Kayu Gaharu, Disakiti Tapi Memberi Rezeki
Redaksi - Sabtu, 24 Desember 2022 17:38 WIB
Poto: Istimewa
Lokasi penyulingan kayu gaharu di Langkat.
drberita.id | Aquilaria malaccensis, atau yang lebih akrab disebut dengan kayu gaharu. Adalah tumbuhan yang banyak ditemukan hidup di wilayah Buthan, India, Bangladesh, Indonesia, Iran, Laos, Myanmar, Thailand, Filipina dan Singapura.
Habitatnya yang hampir punah, dan menjadi tanaman yang dilindungi oleh pemerintah, membuat para pebisnis tanaman dari kelompok Thymeleaceae (gaharu-gaharuan), harus memenuhi standard administrasi yang telah diberlakukan.
Adalah Solihin, pengusaha kayu gaharu asal Stabat, Langkat, ini memulai bisnisnya sejak tahun 2000-an. Sempat melebarkan sayap ke sembilan provinsi di Indonesia, sebelum akhirnya tertahan karena perizinan.
Dirinya sempat meraup keuntungan dua miliar lebih. Namun, seiring perjalanan waktu, peraturan yang begitu ketat, membuatnya melakukan inovasi, agar terus dapat menghidupkan bisnisnya.
Berbagai upaya dia lakukan, agar kualitas kayu gaharu yang dijualnya, mampu menembus pasar. Mulai dari obat-obatan untuk menjaga kualitas kayu dari Thailand, namun ternyata di pasaran Indonesia malah tak laku.
BACA JUGA:
Prapid Amrick Singh Ditolak, Polda Sumut Diminta Segera Tangkap
Hingga akhirnya dia membuat penelitian sendiri, yakni memaku kayu kayu gaharu yang sudah berusia 4-8 tahun, dan menghasilkan kualitas yang sangat baik.
"Jatuh bangun dalam bisnis ini, mulai terhalang oleh aturan dari pemerintah, hingga mutu kayu yang kita pasarkan, membuat kepala pusing tujuh keliling," papar Solihin sambil tertawa.
Dirinya tak lantas menyerah, apalagi setelah bertemu Fadil, orang yang mampu memberikannya saran dan jalan, bahwa kayu gaharu itu bisa dijadikan delapan turunan, mulai dari ubal, dakhor (hio), air destilasi, hingga teh gaharu yang khasiatnya luar biasa.
Saat ini, di samping minyak gaharu yang banyak permintaan, air destilasi dan teh menjadi primadona bagi masyarakat.
BACA JUGA:
KSMN Minta KPK Periksa Banggar DPRD Sumut dan TAPD Provsu Terkait Medan Club
Tak jarang, setiap hari, terutama akhir pekan, perorangan mau pun kelompok, datang untuk membeli hasil olahan tersebut.
Selain membeli, mereka juga bisa melihat langsung pengolahan atau penyulingan air destilasi dan minyak gaharu. Di sana, para tamu dilayani oleh anggota Koperasi Cagar Jaga Busantara binaan Solihin.
So, guys! Gak pengen menikmati dan belajar cara pemasaran kayu gaharu di sana? Keren, loh! (Yudha)
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar