Mangrove Fest, Yayasan Gajah Sumatera Tunjukkan Hasil Binaan 9 Desa di Langkat Selama 20 Tahun

Armand - Sabtu, 21 Desember 2024 19:07 WIB
Mangrove Fest, Yayasan Gajah Sumatera Tunjukkan Hasil Binaan 9 Desa di Langkat Selama 20 Tahun
Raden Armand
Produk olahan mangrove.
drberita.id -Director Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) Dr Meilinda Suriani Harefa, M.Si melaksanakan Mangrove Fest di Jalan Sei Batuginging, Sabtu (21/12/2024). Mereka telah melakukan pembinaan masyarakat di 9 desa di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara selama 20 tahun.

"Kita mau lihat pencapaian dari pembinaan masyarakat di 9 desa di Langkat. Alhamdulillah yang dibina Yagasu sudah 80 persen mandiri dan mereka menjual secara lokal. Saya bahagia," ucap Dr Melinda.

Menurutnya, Restorasi mangrove tak hanya menanam, tapi menjaga yang masih ada. Sejak 2004, Yagasu sudah 15.000.000 hektar hutan mangrove.

"Selama ini mangrove mengalihkan fungsi lahan oleh para penguasa. Sehingga saat air pasang laut rob. Jadi beban ke masyarakat, rumah masyarakat rusak. Kita kasihan, karena akumulasi yang sudah dilakukan," katanya.

Dr Meilinda menilai, benteng terkuat yang mampu menolak kerusakan mangrove adalah masyarakat lokal.

"Kalau masyarakat lokal bisa menolak, pasti takkan terjadi. Sekuat apapun penguasa takkan mampu melakukan pengerusakan," ujarnya.

"Saya pingin masyarakat sadar, kita gantikan ke arah positif. Mulai unit bisnis yang kecil dan kemudian dikembangkan. Kita latih dan kita modali. Produk dari olahan mangrove yakni, keripik, syrup, selai, cake, roti-rotian, sabun cuci, cuci tangan dan lulur. Juga minuman dari buah mangrove serta pewarna dari daun, buah dan kayu mati. Kita udah melakukan pembinaan 20 tahun, sejak 2004," kata Dosen Geografi Universitas Negeri Medan (Unimed).



SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru