Pengakuan Petani Sergai: Bulog Beli Gabah di Bawah Harga Standar, Ini Kejahatan
Redaksi - Kamis, 28 Agustus 2025 20:08 WIB
Poto: Istimewa
Logo Bulog
drberita.id -Dugaan kecurangan Badan Urusan Logistik (Bulog) membeli gabah petani siap panen di bawah harga standar pemerintah sangat disesalkan berbagai elemen masyarakat. Seperti pengakuan para petani di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara.
Pengakuan para petani itu juga dinilai semakin menguatkan kecurigaan masyarakat selama ini, bahwa Bulog diduga berkontribusi besar terhadap kenaikan harga beras hingga sulit dijangkau masyarakat.
"Kalau benar pengakuan para petani tersebut, bahwa Bulog membeli gabah siap panen petani di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, maka ini sangat kita sesalkan. Ini kesalahan besar," tegas Abyadi Siregar, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut periode 2013 - 2023, Kamis 28 Agustus 2025.
Bahkan di tempat terpisah, Iqbal, Ketua Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumut menilai, bila benar pengakuan para petani bahwa Bulog membeli gabah petani dengan harga di bawah harga yang ditetapkan pemerintah, maka hal itu merupakan tindakan kejahatan.
"Ini bentuk kejahatan. Di saat rakyat susah, Bulog malah curang. Membeli gabah petani di bawah standar yang ditetapkan. Kasihan petani. Seharusnya, Bulog membela petani. Bukan malah menyiksa petani," tegasnya.
Para petani di Sergai, Sumut, mengeluh dan protes karena gabah siap panen mereka dibeli oleh Bulog hanya dengan harga Rp 6.250 s/d Rp 6.300 per kilogram.
Ini diakui Zulpan (35), salah seorang petani di Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Sumatera Utara. Zulpan yang ditemui saat panen menuturkan, harga gabah siap panen dengan sabitan treser atau komben, dijual kepada pihak Bulog dengan harga Rp 6.350/Kg.
Sedang harga jual kepada agen lainnya hanya seharga Rp 6.250/Kg. "Kalau gabah yang dipanen dengan alat odong odong, dibeli pihak Bulog dengan harga Rp 6.450/Kg. Kalau dijual kepada pihak agen yang lain harganya hanya Rp 6.400/Kg," kata Zulfan.
Tentu saja hal tersebut membuat petani sangat kecewa kepada Bulog yang seharusnya betugas dan menjaga keputusan pemerintah. Tapi justru Bulog yang melanggar keputusan pemerintah itu sendiri.
Pengakuan sama disampaikan Darianto (40), salah seorang petani, warga Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Sergai, Sumatera Utara. Darianto mengaku menjual gabah hasil panen ke Bulog hanya Rp 6.250/Kg dengan alat sabit komben. Sedang gabah yang dipanen dengan alat odong odong diambil agen Rp 6.400/Kg.
"Ada apa ini? Apakah beda harga gabah di Sumut dengan provinsi lainnya di Indonesia," ujar Darianto.
Pemerintah sebetulnya sudah menetapkan harga gabah siap panen sebesar Rp 6.500/Kg. Ini sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri Serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah.
Melalui Inpres ini, juga telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras jenis medium Rp 13.100/Kg. Akan tetapi, hingga saat ini, harga beras di pasaran melonjak sangat tinggi dan sulit dijangkau. Bahkan mencapai Rp 15.000 - Rp 17.000/Kg.
Abyadi Siregar dan Iqbal pun sangat menyesalkan Bulog yang membeli gabah siap panen petani di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
"Kami berharap, masalah ini jangan dibiarkan. Semua elemen masyarakat harus mengawasi kejahatan Bulog ini," tegas Abyadi Siregar yang juga Direktur MATA Pelayanan Publik tersebut.
Kepala Bulog Divre Sumut Budi Cahyanto melalui pesan WhatApps menjelaskan, sampai Rabu 27 Agustus 2025, Bulog sudah menyerap Gabah Kering Panen (GKP) dari petani di Kabupaten Sergai dengan harga sesuai Harga Pokok Penjualan (HPP) Rp 6.500/kg di tingkat petani dengan jumlah Rp 32.000 ton.
Budi Cahyanto juga menjelaskan, Kamis 28 Agustus 2025, Tim Bulog Divre Sumut akan turun menemui para petani di Sergai. "Kami sudah janjian dengan petani, bersama Distan dan Babinsa," jelas Budi.
Budi menambahkan, jika ada padi yang sedang di panen, Bulog akan langsung serap dengan harga Rp 6.500/kg.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Bandar Judi Tebak Angka Hongkong di Pantai Cermin Ditangkap Polres Sergai
Investor Tiongkok Akan Ujicoba Mobile Grain Dryer Pengering Gabah di Langkat
Jotaris Adukan Roncas, Jasmen, dan Junes ke Polda Sumut Terkait Laporan Palsu di Polres Sergai
MES Sergai Dilantik, Bupati Kritik Tingginya Praktik Pinjol dan Rentenir di Masyarakat
Rahudman Harahap Ajak Petani Pilih Pasangan AMIN
Warga 2 Kecamatan di Sergai Undang Silaturahmi Rahudman Harahap
Komentar