SP PLN dan Forkom BUMN Sikapi Nasib Pekerja yang Khawatir Hadirnya Danantara
Redaksi - Jumat, 23 Mei 2025 15:25 WIB
Poto: Istimewa
SP PLN dan Forkom BUMN
drberita.id -Serikat Pekerja PLN (SP PLN) bersama Forum Komunikasi Serikat Pekerja BUMN (Forkom BUMN) gelar pertemuan strategis dalam semangat Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.
Sejumlah elemen organisasi serikat pekerja dari perusahaan milik negara tersebut hadir dalam pertemuan, di antaranya FSP Pertamina Bersatu, Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian, Serikat Pekerja Kimia Farma, Serikat Pekerja Pegadaian, serta serikat lainnya yang tergabung dalam Forkom BUMN.
Agenda utama pertemuan menyerap aspirasi dan kegelisahan yang berkembang di kalangan pekerja BUMN, pertemuan juga turut merumuskan langkah kolektif dalam mengawal arah transformasi dan tata kelola BUMN, agar selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo, yang mencakup prinsip keberlanjutan, profesionalitas, dan kesejahteraan pekerja.
Isu penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah kekhawatiran atas implementasi kebijakan baru, khususnya terkait Danantara, entitas strategis dalam transformasi BUMN.
Seluruh serikat pekerja yang hadir menyampaikan dengan tegas bahwa tidak boleh ada sedikit pun penurunan kesejahteraan pegawai sebagai akibat dari perubahan regulasi yang tengah berlangsung.
"Kami tidak menolak perubahan, namun perubahan regulasi melalui Danantara tidak boleh mengorbankan kesejahteraan pegawai. Ini adalah garis merah yang menjadi komitmen seluruh serikat pekerja dalam Forkom BUMN," tegas M. Abrar A, Ketua SP PLN sekaligus Koordinator Forkom BUMN.
Didampingi Ketua SP PLN Sumut Romy M Ginting, dalam arahannya Abrar juga menambahkan bahwa Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum tepat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan perlawanan terhadap kebijakan yang tidak berpihak kepada pekerja.
Sementara itu, Presiden Federasi Serikat Pekerja Perkeretaapian (FSPP) Edi Suryanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kekompakan antarserikat dan pentingnya menyuarakan kepentingan pekerja secara kolektif dan terorganisir.
"Transformasi tanpa perlindungan pekerja adalah lonceng peringatan bagi kita semua. Kita berdiri di sini bukan untuk menolak kemajuan, melainkan untuk memastikan setiap kebijakan lahir dengan keadilan dan keberpihakan pada manusia yang menjadi penggeraknya," ujar Edi.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan, Forkom BUMN akan mengajukan audiensi strategis dengan tiga institusi utama, yaitu Danantara, Kementerian BUMN, dan Kementerian Ketenagakerjaan, untuk menyampaikan rumusan sikap dan aspirasi kolektif dari seluruh serikat pekerja.
Forkom BUMN menegaskan kembali komitmennya sebagai mitra kritis-konstruktif pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan korporasi dan hak hak pekerja demi tercapainya BUMN yang sehat, berdaya saing, dan mensejahterakan.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Saksi Tergugat ESDM Perkuat Dalil Gugatan SP PLN di Sidang Lanjutan RUPTL 2025-2034
Afriansyah Noor Dorong Penguatan Hubungan Industrial dan Peran Serikat Pekerja dan Forkomda BUMN
Harga Token Listrik PLN Sengat Ekonomi Rakyat Hingga 35 Persen
Presiden Prabowo Dapat Fukungan IWO Kirim KPK dan Kejagung Masuk ke BUMN, Teuku Yudhistira: Utamakan PT. PLN
2024 Utang Melonjak, PLN Sewa Pembangkit Listrik 10 Bulan Sampai Rp. 50 Triliun Lebih
Forkom SP BUMN Bertemu Ceo Danantara, Abrar Ali: Perjuangan ini menjadi bukti nyata
Komentar