Indonesia Siap Jadi Pemimpin Pariwisata Dunia

Redaksi - Senin, 25 Mei 2026 18:24 WIB
Indonesia Siap Jadi Pemimpin Pariwisata Dunia
Poto: Istimewa
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa.

drberita.id -Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengumumkan 'Deklarasi Gerakan Keberlanjutan' yang bakal diterapkan seluruh sektor melalui kesepakatan penghitungan 'Carbon Footprint' dan pengelolaan pariwisata berbasis konservasi.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa dalam penutupan Rakornas Pariwisata di Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2026.

"Ini membuktikan bahwa Indonesia siap menjadi pemimpin pariwisata dunia yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ucap Ni Luh Puspa.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 20-21 Mei 2026. Rakornas tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kerja sama lintas sektor pemerintahan, lembaga, dan daerah, untuk mewujudkan pariwisata yang lebih berkualitas.

Dalam penyelenggaraan Rakornas Pariwisata 2026, Kemenpar menggandeng Jejak.in untuk menghitung jejak emisi karbon selama dua hari pelaksanaan kegiatan.

CEO & Founder Jejak.in, Arfan Arlanda, menyampaikan total emisi karbon yang dihasilkan selama Rakornas Pariwisata 2026 mencapai 10 ton kgCO2e. Angka tersebut berasal dari empat sumber emisi utama, yakni venue dan akomodasi, transportasi, dokumen dan material seperti penggunaan kertas, serta makanan dan minuman.

Emisi tersebut akan diimbangi melalui program penanaman sekitar 3.092 pohon di sembilan lokasi yang melibatkan Poltek Pariwisata di Bandung, Makassar, Palembang, Bali, Medan, dan Lombok, serta Badan Otorita Pariwisata di Danau Toba, Labuan Bajo Flores, dan Borobudur.

Jenis pohon yang ditanam akan disesuaikan dengan karakteristik daerah masing-masing, seperti mangrove di Bali, kopi di Bandung, dan durian di Medan, guna meningkatkan tingkat keberlangsungan hidup tanaman. Pohon-pohon tersebut juga akan dimonitor selama tiga tahun agar dapat tumbuh optimal dan menyerap emisi karbon secara maksimal.

"Terima kasih atas kesempatan untuk bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata. Semoga aksi-aksi kecil seperti ini dapat terus dilakukan demi mendukung Indonesia hijau yang berkelanjutan," ujar Arfan.

Dalam penutupan Rakornas yang bertema Peningkatan Optimalisasi, Resiliensi, Inovasi, dan Berkelanjutan: Transformasi Ekosistem Kepariwisataan Nasional Menuju Target 2026 itu, Wamenpar juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun Matriks Tindak Lanjut 2026 yang mengintegrasikan berbagai kegiatan konkret lintas kementerian dan lembaga.

"Kami juga telah menetapkan skema kinerja untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta memperkuat sinergi melalui berbagai MoU dan Rencana Aksi Bersama sebagai quick wins ke depan," kata Ni Luh Puspa.

Ketua Panitia Rakornas Pariwisata 2026, Frans Teguh, mengatakan hasil Rakornas Pariwisata 2026 akan menjadi dokumen hidup yang dapat ditindaklanjuti melalui program program strategis sesuai tugas dan fungsi masing-masing unit di Kementerian Pariwisata maupun mitra terkait.

"Secara optimal kami akan terus bersinergi dengan para mitra yang hadir dalam forum ini dan juga mitra strategis lainnya, sehingga dapat membangun kolaborasi yang lebih luas menuju ekosistem kepariwisataan nasional yang semakin optimal," ujar Frans.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru