Formapera: Kelangkaan BBM di Sumut Kejahatan Kemanusiaan, Polisi Harus Periksa Pertamina Patra Niaga Sumbagut
Redaksi - Selasa, 14 Juli 2026 16:19 WIB
Poto: Istimewa
BBM langka di Sumut.
drberita.id -Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera) Teuku Yudhistira mengatakan peristiwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Sumatera Utara merupakan kejahatan kemanusiaan. Karena BBM merupakan kebutuhan primer yang tidak bisa dimanipulasi.
"Jangan Pertamina cuma bisa mengklaim bahwa distribusi BBM lancar, tapi fakta di lapangan lihat sendiri. Amburadul. Masyarakat yang merasakannya," ungkap Yudhistira di Medan, Selasa (14/7/2026).
Sudah sepekan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di seluruh wilayah Sumatera Utara, termasuk di Kota Medan. Namun hingga kini, pihak Pertamina melalui anak perusahaannya Patra Niaga Regional Sumbagut, belum mampu mengatasi situasi tersebut.
Antrean panjang di SPBU yang masih memiliki stok BBM dan SPBU yang tidak beroperasi karena tidak adanya stok bahan bakar, setiap hari menghargai wajah provinsi tersebut. Bahkan Medan sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, turut merasakan imbas kelangkaan BBM ini.
Sebaliknya, perusahaan yang bertanggungjawab atas distribusi BBM di Sumut itu seolah cuci tangan dengan mengatakan distribusi berlangsung normal. Padahal faktanya, masyarakat saat ini dibuat resah karena stok BBM di SPBU tidak normal.
Untuk itu, Yudhistira mendesak Presiden Prabowo dan Menteri ESDM untuk menindaklanjuti kejahatan kemanusiaan mengingat situasi ini dikhawatirkan bakal mengganggu keamanan dan stabilitas nasional, apalagi bila tidak secepatnya diatasi.
"Karena situasi ini dikhawatirkan bakal meluas dan berimplikasi negatif terhadap berbagai sektor termasuk memicu gangguan keamanan," ujarnya.
Selain mendesak Presiden dan Menteri ESDM mencopot pimpinan Pertamina dan Pertamina Patra Niaga, Polda Sumut diminta mengusut kasus kelangkaan BBM untuk mengetahui secara pasti apa penyebab kelangkaan yang terjadi sepekan terakhir.
"Jika memang terjadi akibat mafia minyak, pelakunya harus ditindak tegas," tegas Yudhistira.
Sementara, terkait kelangkaan BBM ini pengusaha SPBU dan Masyarakat Sumatera Utara yang Menginginkan Kepastian Distribusi BBM pada 13 Juli 2026 kemarin, telah mengirim surat terbuka kepada DPP dan DPC Hiswana Migas Medan menyampaikan keluhan yang mereka rasakan.
Sebelumnya, pada 10 Juli 2026 lalu, Fahrougi Andriani Sumampouw selakuArea Manager Communication, Relations & CSR Regional SumbagutPT Pertamina Patra Niaga – Subholding dalam keterangan tertulisnya mengaku sudah mengoptimalkan Distribusi BBM di Sumatera Utara
Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Monitoring terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU terus dilakukan secara intensif agar distribusi berjalan optimal.
Dalam beberapa hari terakhir, distribusi BBM di sejumlah wilayah Sumatera Utara menghadapi penyesuaian operasional armada distribusi. Untuk memastikan penyaluran tetap berjalan optimal, Pertamina telah menambah 15 unit mobil tangki (MT) bantuan sehingga kapasitas distribusi dapat terus memenuhi kebutuhan masyarakat
Selain itu, Pertamina juga memperkuat operasional dengan menambah 30 Awak Mobil Tangki (AMT) bantuan guna mendukung kelancaran proses distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan menuju SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara.
Optimalisasi distribusi tersebut juga dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan BBM selama periode libur sekolah yang menyebabkan konsumsi masyarakat mengalami peningkatan dibandingkan hari normal. Pertamina terus melakukan penyesuaian pola penyaluran dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan pasokan agar layanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan. Pertamina berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat di Sumatera Utara dapat terpenuhi dengan baik.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Wanita Pengedar Narkoba di Nagori Sei Torop Ditangkap Polisi Hingga Tertusuk Duri Sawit
Modus Operandi Sindikat Maling BBM yang Diungkap Polrestabes Medan Ternyata dari GPS
Polisi Tangkap 16 Tersangka dari 9 Kasus BBM Bersubsidi di Kota Medan
Menteri ESDM, BIN dan Kejagung Serius Selidiki Stok Batubara, Kornas Re-LUN: Awas Dirut PLN Itu Licik
Kawanan Maling di PT BIS Kawasan Sei Mangkei Diciduk Polisi dari Laporan WNA Asal Mongol
Kelompok Mahasiswa Sampaikan Persoalan MBG, BBM, dan KDMP ke DPRD Medan
Komentar