125 Calon PMI Dapat Pemahaman Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air dari Densus 88 Anti Teror

Redaksi - Minggu, 07 Juni 2026 20:30 WIB
125 Calon PMI Dapat Pemahaman Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air dari Densus 88 Anti Teror
Poto: Istimewa
Ipda Kunto Adi Wibowo saat memberikan paparan pemahaman wawadan kebangsaan dan cinta tanah air kepada 125 calon PMI.

drberita.id -Satuan Tugas Wilayah Sumatera Utara (Satgaswil Sumut) Densus 88 Anti Teror Polri meminta 125 orang calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk tetap menyintai tanah air dan bangsa setelah berada di luar negeri.

Hal itu disampaikan Tim Satgaswil Sumut Densus 88 Anti Teror Polri Ipda Kunto Adi Wibowo saat sosialisasi pencegahan paham Intoleransi Radikalisme dan Terorisme (IRET) di Kantor BP2PMI, Jalan Pendidikan No. 357/22 Medan, pada Kamis 4 Juni 2026.

"Hal ini perlu kami sampaikan mengingat para calon pekerja migran Indonesia ini akan bekerja ke luar negeri. Seluruh calon benar benar harus serius dan bisa memahami paparan yang disampaikan," kata Adi dampingi Briptu Fitrah Pulungan.

Sebelumnya, Kepala BP2PMI Medan Kombes Pol Budi Novijanto mengatakan pemahaman itu perlu disampaikan kepada para calon PMI sebagai bekal wawasan kebangsaan, serta cinta tanah air dan bangsa sebelum melangkah ke luar negeri.

Upaya pencegahan penyebaran faham intoleransi, radikalisme, dan terorisme, harus disampaikan kepada calon PMI sebagai bekal dengan pengetahuan empat kondensus dasar berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

Empat kondensus dasar berbangsa dan bernegara itu sangat penting diketahui dan dipahami oleh para calon PMI, yang mana didalamnya terdapat nilai nilai penting untuk menjaga toleransi antarumat beragama, menghormati perbedaan suku agama dan antar golongan (SARA) serta menjaga citra bangsa Indonesia.

"Jadi, calon PMI selama berada di luar negeri, sebagai duta bangsa pada calon pekerja migran Indonesia harus bisa menjadi contoh teladan dalam menjaga persatuan dan kerukunan," sambung Ipda Kunto Adi Wibowo.

Para calon PMI pun dipersilahkan untuk mempertanyakan tantangan kehidupan sosial budaya selama bekerja di luar negeri.

Ipda Adi melanjutkan, para calon PMI ketika sudah berada di luar negeri harus bisa memahami pola kehidupan yang saat ini sangat terpengaruhi oleh teknologi.

"Di sana nanti kenali juga modus modus penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui media sosial, platform digital, grup perpesanan, serta jejaring pertemanan," serunya.

Satgaswil Sumut Densus 88 Anti Teror Polri berharap para calon PMI agar bijak menggunakan media sosial, dan tidak mudah percaya ataupun terprovokasi atas informasi yang belum terverifikasi, serta menolak setiap ajakan yang mengarah kepada tindakan intoleran maupun radikalisme.

Para calon PMI pun berkomitmen untuk tetap menjaga nilai nilai kebangsaan, mentaati hukum yang berlaku, dan menolak segala bentuk paham intoleransi radikalisme dan terorisme.

Sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air inipun berjalan dengan baik, aman dan kondusif. BP2PMI Medan mengapresiasi program pencegahan dan penolakan segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan calon Pekerja Imigran Indonesia.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru