Polri Pastikan Blackout PLN Bukan Karena Sabotase

Redaksi - Senin, 25 Mei 2026 22:45 WIB
Polri Pastikan Blackout PLN Bukan Karena Sabotase
Poto: Ilustrasi
Logo Polri.
drberita.id -Pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di Sumatera, pada Jumat 23 Mei 2026 sore, dipastikan Bareskrim Polri bukan karena adanya sabotase. Insiden blackout itu terjadi disebabkan oleh faktor cuaca buruk.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan hasil investigasi gabungan yang dilakukan Bareskrim bersama Puslabfor dan PLN, insiden itu disebabkan karena faktor cuaca buruk.

"Gangguan itu dipicu oleh faktor cuaca yang buruk dan mengakibatkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera," kata Irjen Nunung dalam konferensi pers, Senin 25 Mei 2026.

Nunung memastikan gangguan itu yang kemudian menyebabkan terjadinya ketidakstabilan frekuensi dan tegangan listrik yang memicu trip pembangkit secara berantai. Sehingga berdampak pada blackout massal di sejumlah wilayah Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatera Selatan.

Dari hasil pemeriksaan pada titik awal gangguan juga ditemukan adanya kabel transmisi yang putus. Sementara untuk kondisi fisik tower transmisi masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada struktur tower.

"Berdasarkan keterangan awal di lapangan, kejadian putusnya kabel transmisi terjadi secara tiba tiba akibat pengaruh faktor cuaca dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut secara teknis maupun ilmiah," kata Nunung.

"Kejadian blackout itu diperkuat oleh keterangan saksi yang kita temukan, masyarakat sekitar lokasi kejadian, menerangkan bahwa sesaat sebelum blackout terdengar ledakan, baru terjadi pemadaman listrik di area sekitar tower transmisi," sambungnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, lanjut Nunung, ada sejumlah dugaan penyebab putusnya kabel transmisi tersebut. Mulai dari faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga maupun faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.

Kendati demikian, Nunung memastikan tidak ada unsur sabotase yang menyebabkan terputusnya kabel transmisi. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menyebarkan berita hoaks.

"Sampai dengan saat ini bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout," tegasnya.

"Dugaan sementara mengarah pada faktor teknis dan cuaca yang ekstrem yang menyebabkan gangguan pada sistem transmisi kelistrikan," imbuhnya.

Dari barang bukti kabel yang ditemukan, kata Nunung, bahwa kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan tidak dalam kondisi yang rapih. "Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut, ya, seperti yang ada di depan. Jadi kalau itu sabotase, pasti potongan-potongannya lebih rapi," tutupnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru