Ayah dan 2 Anak Dilaporkan ke Polres Taput, Korban Minta Pelaku Segera Ditangkap
Poto: Istimewa
Normal Tambunan
drberita.id | Pemukulan yang dilakukan ayah dan anak di Desa Pantis, Kecamatan Pahae Julu, Senin 23 Mei 2022, sekira pukul 22.00 WIB, berujung ke kantor polisi. Korban Hisardo Tambunan telah membuat laporan ke Polres Tapanuli Utara.
Selain Hisardo, ayahnya Normal Tambunan juga ikut menjadi korban pemukulan para pelaku Pahot Delan Tambunan beserta kedua anaknya Oscar Tambunan, dan Gelfrin Tambunan.
Laporan polisi korban Hisardo Tambunan diterima dengan nomor: LP/B/154/2022/SPKT/Polres Tapanuli Utara/Polda Sumatera Utara tertanggal 25 Mei 2022, ditandatangani Aiptu Aidil Azhari.
"Sudah lapor dan visul saya, begitu juga dengan ayah saya Normal Tambunan. Ia saya berharap polisi cepat menangkap para pelaku," ungkap Hisardo kepada drberita.id, Kamis 2 Juni 2022.
Hisardo menyeritakan, pemukulan terhadap dirinya dan ayahnya Normal Tambunan berawal saat dirinya baru balik dari lapo (warung) pada Senin 22 Mei 2022 malam. Saat itu di depan rumah korban, pelaku Pahot Dalen Tambunan menantangnya. Tantangan itu tidak direspon Hisardo. Namun kedua anak Pahot Dalen langsung menyerangnya.
BACA JUGA:
Anita Lubis Optomis Ribuan Milenial Deliserdang Mampu Bersaing Bangun Negeri
"Tak tahu saya apa penyebab bapak uda (Pahot Dalen) itu marah, dan kedua anaknya Oscar Tambunan, dan Gelfrin Tambunan langsung mukul saya. Tak jelas apa yang dimarahinya kepada saya," kata Hisardo.
Saat kejadian itu, seorang wanita tetangg dari korban, Satriana Sitanggang melerai dan membawa Hisardo ke dalam rumahnya dan memintanya untuk tidak keluar agar terhindar dari serangan para pelaku.
Normal Tambunan, ayah Hisardo yang mendengar keributan pun keluar dari rumah dengan tongkat di tangan. Ia ingin melihat, namun sial, Normal menjadi sasaran kemarahan para pelaku yang sudah emosi. Tongkat di tangan Normal yang terlepas karena terjatuh, lalu diambil Pahot Delan dan dipukulkan ke kepala Normal. Darah pun keluar dari kepala Normal. Tak sampai situ, perut Normal ditendang berkali kali oleh para pelaku.
Seorang warga, Urim Tambunan yang melihat Normal terjatuh dengan kepala berdarah dan ditendangai pada perutnya langsung melerai dan membantunya berdiri. Kondisi Normal Tambunan pun sangat menyedihkan, sampai sampai mengeluarkan kotoran (tinja) dari akibat pemukulan itu.
BACA JUGA:
4 Terdakwa Pengeroyokan Wartawan di Madina Tidak Keberatan Dengan Dakwaan
"Ayah (Normal) juga sudah berobat dan ke kantor polisi. Kasihan ayah saya, sudah tua dipukuli mereka. Sudah diperiksa juga dengan saksi saksi semua yang melihat pemukulan saya dan ayah. Saya berharap pera pelaku segera ditangkap polisi secepatnya," pinta Hisardo.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Terungkap, Pencuri Uang Terdakwa Narkotika Belum Diproses Polda Sumut
Pemimpin Redaksi Desak Polda Sumut Tangkap Pemilik Travel Umroh
Rapim Polda Sumut: Marwah Polri Wajib Dijaga Bersama
Walikota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih Laporkan Wartawan AT ke Polda Sumut
2 Mahasiswa Korban Represif Anggota Polrestabes Medan Lapor ke Propam Polda Sumut
Proyek Lapangan Tenis Unimed Dilaporkan ke Polda Sumut: Selisih Nilai Kontrak 22 Persen
Komentar