Demokrat: Masa Depan Indonesia Bukan Hanya Milik Rezim Hari Ini
Poto: Istimewa
Hasbil Lubis
drberita.id | Sekretaris Departemen IV DPP Partai Demokrat Hasbil Mustaqim Lubis menyayangkan ekonomi Indonesia belum berjalan sesuai target. Dimana hal tersebut sangat berdampak ke masyarakat luas.
Seperti diketahui pada saat ini masyarakat merasakan keadaan pahit, dengan naiknya dollar mencapai 15 ribu rupiah, kenaikan harga BBM dan sembako, serta juga hutang Negara yang semakin tinggi angkanya.
"Pemerintah harusnya fokus ke solusi konkret terhadap kondisi hari ini agar tidak berdampak panjang ke masyarakat," ujar Hasbil Mustaqim Lubis dalam keterangan persnya, Senin 25 Juli 2022.
Dikatakan Hasbil, tidak hanya itu saja persoalan negara yang hari ini belum tuntas, seperti persoalan hukum yang masih pending, juga menjadi tanda tanya besar oleh masyarakat.
BACA JUGA:
Wakil DE Demokrat Sumut Apresiasi Sikap BP: Tak Ada Korupsi di Proyek Rp 2,7 Triliun
"Keseriusan Pemerintah harus kita pertanyakan terus, sebab kemajuan Indonesia adalah tanggung jawab bersama, jangan anti kritik," katanya.
Lanjutnya, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk masa depan. Sebab masa depan Indonesia bukan hanya milik rezim hari ini, tentunya berbagai persoalan yang berkaitan dengan ekonomi sudah seharusnya distabilkan demi kemakmuran rakyat.
"Demokrat selalu siap mengawal hak hak Rakyat, dan jika hari ini rezim tidak perduli dengan kepentingan rakyat maka kami menilai bahwa pemerintah saat ini hanya memiliki kepuasan politik yang tak memikirkan masa depan bangsa," tegasnya.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
KPK Jangan Takut Periksa Lokot, Partai Demokrat Tidak Pernah Lindungi Kader Terlibat Korupsi
Sambut HUT Demokrat ke 22, Raja Zulham Hasibuan Gelar Aksi Jumat Berkah di Medan Deli
Politisi Demokrat Sebut Konflik Tanah di Sumut Sangat Rawan
Perintah Ketum AHY, Burhanuddin Siregar Siap Menangkan Anies di Sumut
Demokrat Tegas Tolak Pemilu Tertutup, AHY: Jangan Sampai Hak Rakyat Dirampas
Refleksi Program Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2022
Komentar