Pernah "Terancam" Tinggal Kelas, Boy Hasibuan Kini Dilantik Jadi Bintara Polri

- Senin, 11 Juli 2022 11:10 WIB
Pernah "Terancam" Tinggal Kelas, Boy Hasibuan Kini Dilantik Jadi Bintara Polri
Poto: Darrenz
Boy Hasibuan dan keluarganya di SPN Hinai, Langkat.
drberita.id | Masih ingat Boy One Daniel Hasibuan, siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kualuh Hulu (Smansakuh) yang pernah "terancam" akan ditinggalkelaskan oleh guru-gurunya?

Meski nyaris ditinggalkelaskan oleh guru-gurunya, nasib Boy kini berubah drastis. Bersama ratusan rekan seangkatannya, Boy sudah dilantik menjadi Bintara Polri. Pelantikan ini dilaksanakan langsung oleh Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai, Langkat, Jumat 8 Juli 2022.

Ya, tiga tahun lalu, Boy yang merupakan anak dari seorang wartawan yang bertugas di Kabupaten Labuhanbatu Utara ini, nyaris tinggal kelas, diduga karena ada beberapa orang guru di sekolahnya yang tidak menyukainya, lalu mencoba merekayasa hasil raport milik Boy.
Dugaan rekayasa itu sangat terlihat. Pasalnya, di saat seluruh teman-temannya sudah menerima raport, Boy sendiri malah tidak menerimanya. Alasan manajemen sekolah, raportnya sedang di isi dan masih dalam proses cetak.
BACA JUGA:
Demokrat Sumut Sembelih 19 Hewan Kurban Untuk Dibagikan ke 1.400 Penerima
"Raportnya memang belum di isi, saat ini sedang dicetak," kata Robert Nainggolan, salah seorang guru, saat Ayah dan Ibu Boy mempertanyakan perihal raport anaknya saat itu.

Mendapati jawaban tak masuk akal, Badia Hasibuan, ayah Boy, dan istrinya sempat marah marah kepada manajemen sekolah. Kejadian itu sempat viral dan disaksikan oleh sejumlah wartawan.

Boy yang merupakan anak seorang wartawan, belakangan diketahui kerap dibully oleh LSH, salah seorang guru perempuan di sekolah favorit Labuhanbatu Utara. Bahkan, hanya karena terlambat hadir, Boy pernah dihukum fisik berlebihan yang berujung dilaporkannya LSH ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Labuhanbatu Utara.
Diduga inilah yang memicu lahirnya dendam tersendiri dari diri LSH pada Boy. Lalu bersama guru guru lainnya nekat merekayasa hasil raport Boy yang sebenarnya belajar di kelas unggulan, agar tinggal kelas.
BACA JUGA:
Lasro Marbun Korban Skimming Tanggapi Gerak Cepat Bank Sumut
Sang Ayah, Badia Hasibuan bersama ibunya boru Sitinjak, mengaku bersyukur dan bangga karena anaknya sudah berhasil menggapai cita-citanya. Ia pun tak menyimpan dendam kepada oknum guru yang dulu nyaris menghancurkan cita cita dan masa depan anaknya.

"Semua ini sudah ketetapan Tuhan, semoga anak saya bisa menjadi abdi negara yang profesional dan amanah dalam menjalankan tugasnya. Tidak ada dendam di hati saya, semoga apa yang terjadi dulu dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak," ujarnya, Minggu 10 Juli 2022.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru