Plt Walikota Medan Mau Buat Cantik Bangunan Tua Peninggalan Belanda, Jadi Wisata Kota Tua

Artam - Sabtu, 07 Maret 2020 13:08 WIB
Plt Walikota Medan Mau Buat Cantik Bangunan Tua Peninggalan Belanda, Jadi Wisata Kota Tua
drberita
Plt Walikota Medan Akhyar Nasution di lokasi bagunan tua peninggalan penjajahan Belanda.
DRberita | Plt Walikota Medan Akhyar Nasution mengatakan kawasan Kesawan yang merupakan kota tua di Kota Medan, kondisinya belum terkelola dengan baik. Bila kota tua ini ditata, maka akan tumbuh pusat ekonomi kreatif baru di Sumatera Utara.

"Ini kota tua sekaligus 'Harta Karun'," ucap Akhyar saat meninjau bagunan tua peninggalan penjajah Belanda 'Waren Huis' swalayan pertama di Sumatera, di Jalan Hindu, Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Jumat 6 Maret 2020.

Menurut Akhyar, bangunan tua 'Waren Huis' ini mirip dengan gedung Marba di Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah.

"Sesuai yang kami pelajari di Kota Semarang, ternyata tata kelola kawasan heritage menjadi tempat wisata kota tua di Semarang, itu dimulai pada tahun 1994, dan lahirlah perda tahun 2003. Setelah lahir perda, ada pekerjaan yang harus dilakukan seperti membuat kota tua itu tidak banjir lagi, menertibkan para preman-preman yang sudah menguasai tempat-tempat gedung tua," ungkap Akhyar.

Pemko Medan bisa lebih cepat dari Kota Semarang, menata kota tua. Kawasan kota tua di Kota Medan tidak banyak masalah seperti yang dimiliki Kota Semarang. Sekarang ini, kawasan kota tua Kota Medan sudah hidup menjadi pusat bisnis.

Pemko Medan, kata Akhyar, ingin mengelola dan menata kota tua ini menjadi cantik, dan akan dijadikan pusat bisnis kreatif kota. "Inilah yang kita sebut itu sebagai 'harta karun' Kota Medan," katanya.

Bangunan tua 'Waren Huis' yang belum terkelola ini nantinya dipakai menjadi galeri perdagangan souvernir, gedung pertunjukkan dan dagangan oleh-oleh kota. "Jika nanti sudah cantik, wisatawan akan ramai dan tumbuh nilai ekonomisnya, serta lapangan kerja pasti terbuka," kata Akhyar.

Akhyar akan membentuk tim percepatan pembangunan dan pengelola kota tua Kota Medan. Tim ini diambil dari segala unsur, perwakilan pemilik bangunan, pengusaha, praktisi pariwisata, perwakilan komunitas, akademisi, pemerintah, perwakilan pengamat tata kota, dan pakar kota tua. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru