Seleksi Capim KPK: "Ada FBI" di Gedung Merah Putih
Artam - Sabtu, 06 Juli 2019 18:05 WIB
ilustrasi
Deputi Director of FBI David Bowdich bersama pimpinan KPK
DINAMIKARAKYAT - Jelang pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua dan Wakil Ketua KPK menerima kunjungan dari Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.
Sebagaimana diketahui, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK telah menutup pendaftaran calon pimpinan jilid V pada Kamis 4 Juli 2019 kemarin. Tercatat sebanyak 348 orang yang ikut mendaftar.
Dari 348 pendaftar, terdapat 13 orang dari internal KPK, 9 orang dari unsur Polri, 5 orang dari unsur Kejaksaan, 8 hakim dan 53 dari Advokat. Sisanya, dari kalangan akademisi dosen hingga PNS.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kunjungan FBI merupakan perpanjangan dari kerjasama program pemberantasan korupsi yang sudah terjalin sejak tahun 2018 lalu.
"Kerja sama antara KPK dan FBI ini terus terjalin. Karena memiliki visi yang sama yakni memerangi korupsi secara global dan melaksanakan kerja sama dalam program-program yang relevan untuk mengatasi korupsi," ujarnya.
Febri menambahkan, KPK juga merasa terbantu dengan bentuk kerja sama yang dirajut bersama FBI dalam menangani kasus-kasus besar yang melibatkan petinggi negara. Sebut saja, kasus KTP Elektronik yang telah berhasil menyeret nama Ketua DPR RI Setya Novanto.
"Bentuk kerja sama nyata yang telah dilaksanakan antara KPK dan FBI selama ini adalah dalam penanganan kasus EKTP. Suksesnya KPK membongkar keterlibatan pejabat tinggi negara dalam kasus tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik dengan Lembaga Antikorupsi Amerika tersebut," kata Febri.
"KPK merasa sangat terbantu dan sangat menghargai keterlibatan secara langsung pihak FBI dan personelnya dalam penanganan kasus EKTP," imbuhnya.
Selain dalam penanganan kasus, lanjut Febri, KPK dan FBI juga bekerjasama dalam peningkatan kapasitas KPK melalui berbagai pelatihan hingga workshop-workshop. Karenanya, KPK berharap kerja sama dengan FBI dapat terus berlanjut.
"KPK berharap hubungan baik antara kedua lembaga dapat terus terjalin dengan baik dan kerjasama dapat terus dilanjutkan di masa mendatang," pungkas Febri.
Sebagaimana diketahui, Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) KPK telah menutup pendaftaran calon pimpinan jilid V pada Kamis 4 Juli 2019 kemarin. Tercatat sebanyak 348 orang yang ikut mendaftar.
Dari 348 pendaftar, terdapat 13 orang dari internal KPK, 9 orang dari unsur Polri, 5 orang dari unsur Kejaksaan, 8 hakim dan 53 dari Advokat. Sisanya, dari kalangan akademisi dosen hingga PNS.
Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, kunjungan FBI merupakan perpanjangan dari kerjasama program pemberantasan korupsi yang sudah terjalin sejak tahun 2018 lalu.
"Kerja sama antara KPK dan FBI ini terus terjalin. Karena memiliki visi yang sama yakni memerangi korupsi secara global dan melaksanakan kerja sama dalam program-program yang relevan untuk mengatasi korupsi," ujarnya.
Febri menambahkan, KPK juga merasa terbantu dengan bentuk kerja sama yang dirajut bersama FBI dalam menangani kasus-kasus besar yang melibatkan petinggi negara. Sebut saja, kasus KTP Elektronik yang telah berhasil menyeret nama Ketua DPR RI Setya Novanto.
"Bentuk kerja sama nyata yang telah dilaksanakan antara KPK dan FBI selama ini adalah dalam penanganan kasus EKTP. Suksesnya KPK membongkar keterlibatan pejabat tinggi negara dalam kasus tersebut tidak lepas dari kerja sama yang baik dengan Lembaga Antikorupsi Amerika tersebut," kata Febri.
"KPK merasa sangat terbantu dan sangat menghargai keterlibatan secara langsung pihak FBI dan personelnya dalam penanganan kasus EKTP," imbuhnya.
Selain dalam penanganan kasus, lanjut Febri, KPK dan FBI juga bekerjasama dalam peningkatan kapasitas KPK melalui berbagai pelatihan hingga workshop-workshop. Karenanya, KPK berharap kerja sama dengan FBI dapat terus berlanjut.
"KPK berharap hubungan baik antara kedua lembaga dapat terus terjalin dengan baik dan kerjasama dapat terus dilanjutkan di masa mendatang," pungkas Febri.
Turut hadir dalam kujungan kali ini yaitu, Deputi Director of FBI David Bowdich, bersama 8 delegasi dari FBI. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh tiga komisioner KPK yaitu Agus Rahardjo, Alexander Marwata dan Laode M. Syarief beserta jajaran struktural. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: rmol.id
Tags
Berita Terkait
Kejari Tebingtinggi Tetapkan Hasbie Ashsiddiqi Jadi Tersangka Korupsi Lingkungan Hidup
Kejati Sumut: Status BW alias Baron Tunggu Hasil Persidangan Korupsi Smartbord Langkat
Pernah Diperiksa KPK 11 Jam, Lokot Nasution Jadi Saksi Sidang Korupsi DJKA, Mikhel Siregar: Demokrat Harus Bersih dari Koruptor
LHKPN KPK: Harta Kekayaan Kepala Dinas PUTR Tanjungbalai Naik Rp 4 Miliar
Dugaan Korupsi Bappeda Tebingtinggi Mandek di Polisi, Massa TTB Rencana Aksi
Sidang Korupsi DJKA, Uang Untuk Pilpres dan Pilgubsu, Hakim: Minta KPK Hadirkan Budi Karya dan Lokot Nasution
Komentar