Tender Rusunawa BP2JK Sumut Diduga Bermasalah

Artam - Kamis, 13 Februari 2020 23:17 WIB
Tender Rusunawa BP2JK Sumut Diduga Bermasalah
istimewa
Boby Darmawan
DRberita | Tender Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) khususnya paket pembangunan rumah susun Univ. RIS Maduma di Kabupaten Dairi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ditjend Bina Konstruksi, Balai Pelaksanan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Sumatera Utara dengan Pagu Rp 15,9 miliar diduga bermasalah.

"Saya menduga bau busuk dan rekayasa pokja pemilihan BP2JK Sumut untuk pembangunan rumah susun tersebut akan dimenangkan bukan harga terendah," sebut Boby Darmawan, tokoh pemuda dan pengamat lelang di Medan, Kamis 13 Februari 2020.

Boby menilai ada indikasi pihak luar mengintervensi, sebab terlalu lama dan pengunduran jadwal evaluasi oleh pokja.

"Sebagai pengamat, kami melihat apakah dugaan ini benar yang diumumkan bukan harga terendah, makan kami berharap ada beberapa perusahaan yang tenaga ahlinya hanya menerangkan referensi kerja, tetapi sesungguhnya data tersebut tidak benar," kata Boby.

Untuk itu, sebut Boby, Satker SNVT dapat meneliti kembali hasil kerja pokja saat pengajuan penetapan pemenang tender.

"Bila dugaan yang menang adalah perusahaan yang datanya ada pada kami, kami akan protes dan bila perlu akan melaporkannya ke penegak hukum. Pokja harus mengevaluasi berkas penawaran dapat mengacu kepada SDP dokumen antara lain No. 31 poin 31.9, 30.10 dan No. 34 poin 34.1," kata Boby. (art/drc)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru