Bongkar Dugaan Suap, Kacab PDAM Dicopot Dirut

- Rabu, 29 Juni 2022 15:36 WIB
Bongkar Dugaan Suap, Kacab PDAM Dicopot Dirut
Poto: Istimewa
Ahmad Taufik Siregar dan Kabir Bedi.
drberita.id | Sikap arogansi Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirtanadi Kabir Bedi terlihat jelas saat dugaan suap pemasangan distribusi air di perumahan terbongkar. Korbannya, seorang kepala cabang (Kacab) dicopot dari jabatannya.

Kacab PDAM Tirtanadi yang menjadi korban "tangan besi" Kabir Bedi tersebut, bernama Ir. Ahmad Taufik Siregar.

Ahmad Taufik Siregat diangkat menjadi Kacab PDAM Tirtanadi, HM. Yamin, pada 7 Januari 2022. Akibat dugaan suap pemasangan distribusi yang dibongkarnya, Ahmad Taufik Siregar dicopot dari jabatan pada 31 Maret 2022.
"Tak sampai 3 bulan dicopotnya saya. Ia, ini akibat saya bongkar adanya dugaan suap pemasangan distribusi air di Perumahan Vivo City Square, Jalan Mandala By Pass. Mungkin saja ada, tapi kita menduga, bisanya itu sampai ke dia (Kabir Bedi) aliran dananya," ucap Taufik Siregar, di KA Kopi, Jalan HM. Yamin, Medan, Rabu 29 Juni 2022.
Untuk membuktikan suap itu ada, lanjut Taufik, awalnya ia terima uang dari Kabag Pemasaran Ridho Pardo Siregar.
BACA JUGA:
Ketua Bapera Sumut: Hardi Mulyono Terimbas Kasus Suap Mantan Gubsu Gatot Pujonugroho
"Saat itu, dia kasih Ridho saya Rp 1,2 juta. Itu katanya jatah kacab, yang lainnya dia yang mengatur pembagiannya. Tak tahu sama siapa saja dibaginya, dan total suap itupun saya tak tahu jumlahnya. Tapi uang Rp 1,2 juta itu saya kembalikan lagi ke Ridho. Saya hanya ingin membuktikan suap pemasangan distribusi itu ada di Cabang HM. Yamin, dan ternyata memang ada suap itu," jelasnya.

Setelah itu, kata Taufik, esoknya ia dipanggil Kepala SPI PDAM Tirtanadi untuk membicarakan soal dugaan suap pemasangan distribusi air yang selama ini dimainkan Ridho Siregar di Cabang HM. Yamin.

"Tetapi kelang beberapa minggu kemudian, saya langsung menerima surat dari Dirut (Kabir Bedi), isi suratnya tentang pencopotan saya dari jabatan Kepala Cabang HM. Yamin. Tak ada saya dipanggil dirut untuk klarifikasi dugaan suap itu. Langsung main copot aja dia, tak ada bijaksananya dia itu sebagai pimpinan. Niat baik saya membongkar suap yang selama ini terjadi, dianggapnya kesalahan, kan aneh pimpinan seperti itu," seru Taufik.

Taufik pun berharap kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk mengklarifikasi niat baiknya dirinya yang membongkar dugaan suap pemasangan distrubusi air di PDAM Tirtanadi.
"Apa yang saya buat ini, membongkar suap yang terjadi di PDAM hanya untuk mempertegas moto 'Sumut Bermartabat', hanya itu. Dan hanya itu yang bisa saya sumbangkan untuk Gubsu. Tapi yang saya dapat penzoliman dari dirut. Saya yakin bukan hanya di cabang HM. Yamin saja suap itu terjadi, biarkanlah Allah SWT yang membalas perbuatan mereka kepada saya ini," tandas Taufik.
BACA JUGA:
FBI Serahkan Asset Recovery Perkara e-KTP Senilai Rp86 Miliar ke KPK
Terkait pencopotan Ahmad Taufik Siregar dari jabatan Kepala Cabang HM. Yamin, Dirut PDAM Tirtanadi Kabir Bedi yang dikonfirmasi melalui nomor 08153064640 sampai saat ini belum menjawab.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru