Rico Waas Harus Sebut Nama Yang Buka Akses Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan Medan

Redaksi - Sabtu, 30 Mei 2026 13:52 WIB
Rico Waas Harus Sebut Nama Yang Buka Akses Komunitas Lari Masuk Stadion Teladan Medan
Poto: Istimewa
Komunitas Lari masuk Stadion Teladan Medan jelang AFF U-19.
drberita.id -Viralnya komunitas lari masuk ke Stadion Teladan yang dalam tahap penyelesaian menjelang AFF U-19 2026, berubah menjadi bola panas yang menyeret kredibilitas Pemerintah Kota Medan.

Alih-alih memberikan penjelasan yang tegas dan transparan kepada publik, jajaran Pemko Medan justru saling lempar tanggung jawab. Siapa pihak yang membuka akses masuk ke stadion sampai saat belum diketahui.

Presidium Lingkaran Transparansi Kebijakan Publik (LTKP) Syafaruddin Sikumbang mengatakan peristiwa tersebut membuktikan buruknya tata kelola pemerintahan Kota Medan di bawah kepemimpinan Rico Waas.

"Ini bukan sekadar persoalan komunitas lari masuk stadion. Ini soal bobroknya pengawasan dan lemahnya kendali pemerintahan. Sangat memalukan ketika stadion yang sedang dipersiapkan untuk event internasional bisa dimasuki begitu saja, lalu setelah viral semua pejabat kompak mengaku tidak tahu," tegas Syafaruddin Sikumbang kepada wartawan, Sabtu 30 Mei 2026.

Menurut Syafaruddin, publik patut curiga karena mustahil sebuah stadion yang sedang dalam masa penyelesaian dapat dimasuki puluhan orang tanpa ada pihak internal yang membuka akses.

Pertanyaannya sederhana. Siapa yang pegang kendali stadion? Kalau walikota mengaku tidak tahu, Dispora mengaku bukan tanggung jawab mereka, lalu siapa sebenarnya yang mengatur pengamanan Stadion Teladan.

Syafaruddin menilai pernyataan para pejabat Pemko Medan justru memperlihatkan adanya kekacauan koordinasi dan dugaan upaya cuci tangan setelah video komunitas lari viral menuai kecaman.

"Jangan-jangan sebelum viral semuanya dianggap biasa saja. Tapi setelah publik marah, barulah muncul drama saling lempar bola. Ini pola klasik birokrasi ketika ketahuan lalai," ujarnya.

LTKP bahkan menduga ada pembiaran sistemik terhadap aktivitas komunitas lari yang masuk ke Stadioan Teladan Medan. "Publik jangan dibodohi dengan narasi seolah-olah ini hanya euforia masyarakat. Masuk ke stadion itu tidak mungkin tanpa akses. Ada pagar, ada penjagaan, ada pihak teknis, ada pengawas proyek. Jadi sangat aneh kalau semua mendadak merasa tidak tahu," katanya.

Syafaruddin juga mempertanyakan standar keamanan Stadion Teladan Medan yang diproyeksikan menjadi salah satu venue pertandinhan AFF U-19 2026.

"Kalau hari ini komunitas lari bisa masuk bebas, bagaimana nanti saat event internasional berlangsung? Ini menyangkut wajah Kota Medan di mata nasional bahkan internasional," katanya.

Walikota Medan Rico Waas didesak tidak sekadar menyampaikan penyesalan kepada publik, melainkan segera mengumumkan secara terbuka siapa pihak yang bertanggungjawab membuka akses masuk ke Stadion Teladan.

"Rakyat tidak butuh drama saling lempar tanggung jawab. Yang dibutuhkan publik adalah transparansi dan tindakan tegas. Kalau memang ada kelalaian, umumkan siapa pelakunya. Jangan lindungi pihak tertentu," tegasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru