Mafia Kredit Bobol BRI Rp 300 Miliar
Foto: Istimewa
Kredit fiktif di BRI Cabang Tanah Abang.
drberita.id | Dibobol jaringan mafia kredit fiktif bernilai tatusan miliar rupiah, Pimpinan Cabang Bank BRI Tanah Abang malah dipindahkan tugas tanpa proses hukum. Kasus dugaan pembobolan uang negara di Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini dengan modus pemberian kredit fiktif.
Padahal, kasus yang menjebak puluhan anak remaja sebagai penerima kredit fiktif itu sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Koordinator Jaksa Watch Indonesia (JWI) Haris Budiman mengatakan, kasus-kasus sejenis sudah sering terjadi di sejumlah bank milik Negara, terutama di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dan, biasanya, tidak ada proses hukum dan pengusutan yang fair dari internal bank maupun dari aparat penegak hukum seperti Kejaksaan.
Baca Juga :BPK RI Sampaikan Taklimat Awal Wasrik TNI AL
Haris mengatakan, dalam kasus dugaan praktik mafia pemberian kredit di BRI Cabang Tanah Abang, yang diprediksi sudah merugikan keuangan Negara hampir Rp 300 miliar itu sering dianggap enteng oleh BRI Pusat maupun pengawas interbal BRI.
"Kami malah mendapat informasi, Pimpinan Cabang Bank BRI Tanah Abang itu malah digeser atau dimutasikan posisi jabatannya ke tempat yang lebih basah. Ini kan modus-modus praktik mafia yang sering terjadi disejumlah instansi Negara dan Pemerintahan, seperti di BRI itu," ungkap Hari Budiman di Jakarta, Selasa 15 September 2020.
[br]
Menurut Haris, selalu ada upaya melindungi pelaku praktik mafia oleh instansi atau bank bermasalah seperti BRI Cabang Tanah Abang. Sebab, lanjut Haris, biasanya jika didatangi atau dimintai penjelasan, pihak BRI akan berkelit dan membuat segudang argumentasi yang tidak masuk akal.
"Bagaimana mungkin, seorang Pimpinan Cabang BRI Tanah Abang itu tidak mengetahui dan tidak atas persetujuan dia untuk mengeluarkan kredit yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah? eh, malah hendak dilindungi dengan cara memutasi ke tempat lain. Harus diusut tuntas, ini duit negara loh yang digarong, dan nilainya sangat besar, ratusan miliar rupiah," bebernya.
Selain itu, Haris Budiman juga menduga, bahwa perusahaan PT Jazmina Asri Kreasi (JAK) yang menjadi nasabah untuk melancarkan praktik mafia kredit fiktif itu, adalah teman atau perusahaan yang sengaja dibuat untuk bekerjasama dengan orang dalam BRI Cabang Tanah Abang.
Baca Juga :PBI Sumut Kutuk Penyerangan Syekh Ali Jaber
Haris Budiman menegaskan, bobolnya BRI Cabang Tanah Abang bernilai ratusan miliar rupiah, adalah atas persekongkolan dan dugaan praktik mafia pemberian kredit fiktif antara Pimpinan Cabang BRI Tanah Abang dan orang-orang dalamnya bersama PT Jazmina Asri Kreasi (JAK).
Diketahui, Jasmina Julia Fatima adalah Direktur Utama di PT Jaztel Asri Kreasi (JAK) hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.
[br]
"Oleh karena itu, sebaiknya Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat yang menangani kasus ini bekerja profesional, tidak gampang masuk angin, dan bongkar semua pelaku praktik mafia pemberian kredit fiktif antara BRI Cabang Tanah Abang dengan PT Jazmina Asri Kreasi (JAK) itu," tandas Haris Budiman.
Haris Budiman menambahkan, Pimpinan Pusat BRI harus juga diperiksa terkait masalah ini. Sebab, jika ternyata bersengaja tutup mata dengan adanya praktik mafia pemberian kredit fiktif di BRI itu, maka pimpinan pusat BRI juga harus bertanggungjawab.
"Dan kita meminta, Jaksa jangan bersengaja berlama-lama mengusut kasus ini. Sebab, saya lihat, tidak sedikit laporan dan atau penanganan kasus yang sering mandeg bahkan diendapkan oleh Jaksa. Jika ini yang terjadi, maka semua ini bisa dikatakan skenario bersama para kaki tangan BRI, PT JAK dan jaksa sebagai aparat penegak hukum," ujarnya.
Sebelumnya, puluhan remaja melapor adanya dugaan kriminalisasi dan jebakan yang dialami ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Mereka dan juga puluhan kaum bapak dan Ibu-ibu, mendatangi LBH Gerai Hukum meminta bantuan hukum agar kasus yang menjebak mereka dibongkar secara transparan dan tuntas. (art/drb)
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
20 Kepala Kejaksaan Tinggi Dapat Promosi, Rotasi, dan Mutasi dari Jaksa Agung RI, Berikut Daftarnya
Jaksa Agung Ingatkan Profesionalisme dan Keberanian Jajaran di Daerah Lawan Pelaku Korupsi
Jaksa Agung Turun ke Sumut Monitor Kasus Korupsi
Dugaan Korupsi KUR BRI di Kota Tanjungbalai Dilaporkan ke Kejaksaan Agung
Menko Polkam Djamari Chaniago, Ahli Strategi dan Intelijen Lulusan AKABRI 1971 Berdarah Minang
Jaksa Agung Sindir Kajari Tidak Miliki Prestasi, ST Burhanuddin: Saya Gak Mau Yang Gitu Lagi
Komentar