Penyidikan Kejaksaan Agung Dari 26 Nama, Bertambah Jadi 41 Nama Jual Beli Titik SPPG MBG

Redaksi - Jumat, 19 Juni 2026 18:00 WIB
Penyidikan Kejaksaan Agung Dari 26 Nama, Bertambah Jadi 41 Nama Jual Beli Titik SPPG MBG
Poto: Istimewa
Tersangka korupsi MBG Sony Sanjaya.
drberita.id -Pengacara tersangka korupsi Sony Sonjaya, Krisna Murti mengakui kliennya diperiksa tim penyidik Kejaksaan Agung soal nama nama yang meminta titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi (SPPG).

Yang sebelumnya ada 26 nama, kini bertambah menjadi 41 nama.

"Jadi tadi penyidik mengonfirmasi data data daripada yang permintaan titik yang kemarin nama-nama itu, diperlihatkan dari handphone klien kami itu, betul enggak nama ini minta, di daerah mana saja dia minta? Dibukainlah tadi WhatsApp permintaan terkait itu titik," ujar Krisna Murti kepada wartawan, Kamis 18 Juni 2026.

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menjalani pemeriksaan selama 9 jam di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Kamis 18 Juni 2026.

Sony Sanjaya keluar dari gedung bundar sekitar pukul 19.11 WIB.

Krisna Murti mengatakan, dari 26 nama yang pernah disebutkannya itu, ada satu nama yang dibuka hasil percakapan WhatsApp terdapat tabel berisi sekitar 41 nama. Maka itu, ada penambahan nama dari yang sebelumnya 26 nama menjadi 41 nama.

"Dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang, pas dibuka tadi hasil chatnya, tabelnya itu, terisi sekitar totalnya 41 nama. Jadi, totalnya sekarang bertambah jadi 41 nama. Jadi satu orang itu mempunyai tabel itu," tuturnya.

"Pak, ini punya ini ya, ini punya ini ya, ini ada punya bupati ini gitu loh. Ini ada punya ini, ada punya ini. Jadi totalnya keseluruhan nama yang dari kemarin 26 ditambah dengan yang tadi, lalu ada tambahan 3 nama lagi yang disebutkan Pak Sony, jadi totalnya hari ini 41 nama," katanya.

Krisna menjelaskan, 41 nama tersebut kaitannya permintaan SPPG dari pengembangan berdasarkan 1 orang dengan mengatasnamakan 14 nama lainnya.

Persoalan titik-titik itu dijual ataukah tidak, kliennya mengaku tidak mengetahuinya. "Setelah diberikan titik itu, dia tidak lagi tahu apakah titik-titik itu dijual atau tidak," katanya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru