3 Mahasiswa USU Berprestasi Masuk 10 Besar Lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional
Artam - Sabtu, 07 Maret 2020 00:24 WIB
istimewa
Fitri Orelia S, Muhdaril Ahda, Nadya Syahriza Putri Pohan.
DRberita | Tiga mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) masuk 10 besar lomba karya ilmiah tingkat nasional yang akan diadakan di Provinsi Jambi. Hasil karya ilmiah mereka diberi label RASA.
Mereka adalah Fitri Orelia S (171201130), Nadya Syahriza Putri Pohan (171201065), dan Muhdaril Ahda (171201147), yang akan mengikuti lomba karya ilmiah Tingkat Nasional selama tiga hari mulai tanggal 12 sampai 14 Maret 2020.
Ketiganya datang meminta dukungan ke Kantor DPW Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Indonesia, Jalan Alfalah, Medan, Jumat 6 Maret 2020, untuk bertanding di Provinsi Jambi.
Karya ilmiah dari ketiga putra dan putri berprestasi asal Sumut ini, yaitu hasil dari kepedulian terhadap lingkungan. Karya ilmiah yang diberi label RASA 'Rumah Pengolahan Air Sungai Ramah Lingkungan' ini yang akan diperlombakan di Provinsi Jambi.
Mereka menawarkan solusi 'RASA' yang merupakan sistem pengolahan air terpadu, dimana air sungai dialirkan ke wadah pemanas dan energi panas didapatkan dari hasil pembakaran gas sebagai hasil dari fermentasi limbah organik (biogas).
Teknologi biogas ini sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan kayu bakar, minyak tanah dan gas alam. Penerapan teknologi biogas ini memberikan beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian bahan bakar, hasil samping biogas dapat diolah menjadi pupuk organik (cair dan padat).
Hasil dari pemanasan berupa uap air bersih yang siap digunakan untuk keperluan sehari-hari. RASA diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air bersih terbarukan yang ramah lingkungan.
Ketua DPW LPLH Indonesia, Sumatera Utara, Batara Harahap mengatakan karya ilmiah milik tiga mahasiswa USU tersebut bisa menjadi salasatu bentuk masukan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Pemerintah Kota Medan.
"Saya terharu dengan kedatangan ketiga adik-adik mahasiswa dari USU ini. Mereka mahasiswa berprestasi yang patut didukung oleh pemerintah provinsi. Karya ilmiah mereka bisa dijadikan sebagai solusi yang harus dipraktekkan, jangan ini kita biarkan begitu saja," ucap Batara.
Batara bersama pengurus LPLH Indonesia, Sumut, lainnya Marzelis MH, M. Syafi'i Nasution, Syafrizal Siregar dan Budi Santoso, mengaku sudah berkoordinasi dengan DPRD Kota Medan untuk bertemu dengan ketiga mahasiswa USU tersebut.
"Senin (9 Maret) pekan depan, kita sudah bertemu dengan DPRD Kota Medan untuk memberikan dukungan kepada adik-adik kita ini yang mau berangkat ke Provinsi Jambi. Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkenan memberikan apresiasi kepada mereka bertiga, sesuai dengan motto 'Sumut Bermartabat' agar dapat menambah semangat bagi mereka, dan mempromosikan Provinsi Sumut menjadi provinsi yang bersih. Yang pasti, negara harus hadir dalam hal ini," kata Batara.
Karya ilmiah tiga mahasiswa USU ini adalah salasatu bentuk prestasi akademis, dan juga 'ide brilian' sebagai solusi pengendalian dampak sungai. Ini merupakan bentuk dari bagian peduli lingkungan.
Mereka adalah Fitri Orelia S (171201130), Nadya Syahriza Putri Pohan (171201065), dan Muhdaril Ahda (171201147), yang akan mengikuti lomba karya ilmiah Tingkat Nasional selama tiga hari mulai tanggal 12 sampai 14 Maret 2020.
Ketiganya datang meminta dukungan ke Kantor DPW Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Indonesia, Jalan Alfalah, Medan, Jumat 6 Maret 2020, untuk bertanding di Provinsi Jambi.
Karya ilmiah dari ketiga putra dan putri berprestasi asal Sumut ini, yaitu hasil dari kepedulian terhadap lingkungan. Karya ilmiah yang diberi label RASA 'Rumah Pengolahan Air Sungai Ramah Lingkungan' ini yang akan diperlombakan di Provinsi Jambi.
Mereka menawarkan solusi 'RASA' yang merupakan sistem pengolahan air terpadu, dimana air sungai dialirkan ke wadah pemanas dan energi panas didapatkan dari hasil pembakaran gas sebagai hasil dari fermentasi limbah organik (biogas).
Teknologi biogas ini sebagai bahan bakar alternatif yang dapat menggantikan kayu bakar, minyak tanah dan gas alam. Penerapan teknologi biogas ini memberikan beberapa manfaat, antara lain dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk pembelian bahan bakar, hasil samping biogas dapat diolah menjadi pupuk organik (cair dan padat).
Hasil dari pemanasan berupa uap air bersih yang siap digunakan untuk keperluan sehari-hari. RASA diharapkan dapat menjadi alternatif pengolahan air bersih terbarukan yang ramah lingkungan.
Ketua DPW LPLH Indonesia, Sumatera Utara, Batara Harahap mengatakan karya ilmiah milik tiga mahasiswa USU tersebut bisa menjadi salasatu bentuk masukan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Pemerintah Kota Medan.
"Saya terharu dengan kedatangan ketiga adik-adik mahasiswa dari USU ini. Mereka mahasiswa berprestasi yang patut didukung oleh pemerintah provinsi. Karya ilmiah mereka bisa dijadikan sebagai solusi yang harus dipraktekkan, jangan ini kita biarkan begitu saja," ucap Batara.
Batara bersama pengurus LPLH Indonesia, Sumut, lainnya Marzelis MH, M. Syafi'i Nasution, Syafrizal Siregar dan Budi Santoso, mengaku sudah berkoordinasi dengan DPRD Kota Medan untuk bertemu dengan ketiga mahasiswa USU tersebut.
"Senin (9 Maret) pekan depan, kita sudah bertemu dengan DPRD Kota Medan untuk memberikan dukungan kepada adik-adik kita ini yang mau berangkat ke Provinsi Jambi. Mudah-mudahan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga berkenan memberikan apresiasi kepada mereka bertiga, sesuai dengan motto 'Sumut Bermartabat' agar dapat menambah semangat bagi mereka, dan mempromosikan Provinsi Sumut menjadi provinsi yang bersih. Yang pasti, negara harus hadir dalam hal ini," kata Batara.
Karya ilmiah tiga mahasiswa USU ini adalah salasatu bentuk prestasi akademis, dan juga 'ide brilian' sebagai solusi pengendalian dampak sungai. Ini merupakan bentuk dari bagian peduli lingkungan.
"Artinya, ketiga mahasiswa Fakultas Kehutanan USU ini layak diacungi jempol, harus dikawal bersama agar mereka fokus membuat terobosan nyata. Ini menjadi suatu terobosan dan inovasi yang terkombinasi antara kepedulian pada lingkungan melalui pemanfaatan," beber Batara. (art/drb)
SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Said Iqbal Jadi Penasehat Khusus Presiden, Kaum Buruh Indonesia Bisa Sejahtera
Ada Rasa Kecewa di Balik Pelantikan Periode ke 2 Rektor USU
Melihat Kondisi Stadion Teladan dan SUSU Jelang AFF U-19, Mana Yang Lebih Bagus?
Gekira Sumut Datang ke USU Klarifikasi Chappel Picu Kontroversi Bawa Nama Prabowo
3223 Kursi untuk Calon Mahasiswa Baru Jalur SNBT
Hadirkan Muhammad Furqan Alfaruqiy Bahas Soal Strategi USU untuk Masa Depan Bangsa
Komentar