Pengungsi Datangi Kantor IOM di Medan, Tuntut Pemindahan ke Negara Ketiga
Artam - Kamis, 05 September 2019 23:47 WIB
drberita/istimewa
Unjuk rasa pengungsi asing depan kantor IOM di Jalan Listrik Medan.
DRberita | Ratusan pengungsi kembali mendatangi dan berunjuk rasa di depan Kantor United Nations High Commisioned for Refugees (UNHCR) atau IOM Jalan Listrik Medan, Kamis 5 September 2019. Mereke minta percepatan proses pemindahan ke negara ketiga.
Para pengungsi Warga Negara Afghanistan, Somalia, Iran, Palestina dan Sudan, datang dari sejumlah tempat penampungan yang di Kota Medan.
Jumlah para pengungsi yang datang sekira 70 orang dipimpin Koordinator Aksi Musa Somali. "Kami meminta UNHCR agar mempercepat proses pemindahan seluruh pengungsi ke negara-negara ketiga," ujar Musa Somali dalam orasinya.
Massa yang datang dengan membawa alat pengeras suara dan spanduk bertuliskan "Why we are being the victims or resettlement countries policies? We were born refugees we live refugees, we will die refugee. Resettlement countries should respect to imigran law according to their international obligation. There are many refugees who have been here for long time and have been forgotten."
Kemudian "Two time rejected asylem seeker please reopen our casr and let us to live we are looking for (UNHCR) humanity. Resertlement countries shuold respect to imigration laws according to the their international obligations. UNHCR help us. Please pay attention to for forgotten refugee in Medan. We want justice. Being refugee not a crime. We want resettlement."
Dalam tuntutannya, massa meminta UNHCR mempercepat proses pemindahan seluruh warga negara pengungsi ke negara-negara ketiga yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Inggris.
Meminta UNHCR supaya berkoordinasi dengan keempat negara disebut, untuk mengembalikan para pengungsi ke negara ketiga.
"Terima kasih dari Pemerintah Indonesia, Komunitas Indonesia, masyarakat Indonesia dan semua yang mendukung kami," kata Musa.
Para pengungsi mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Kota Medan, karena selama ini para pengungsi tidak pernah diganggu
Para pengungsi Warga Negara Afghanistan, Somalia, Iran, Palestina dan Sudan, datang dari sejumlah tempat penampungan yang di Kota Medan.
Jumlah para pengungsi yang datang sekira 70 orang dipimpin Koordinator Aksi Musa Somali. "Kami meminta UNHCR agar mempercepat proses pemindahan seluruh pengungsi ke negara-negara ketiga," ujar Musa Somali dalam orasinya.
Massa yang datang dengan membawa alat pengeras suara dan spanduk bertuliskan "Why we are being the victims or resettlement countries policies? We were born refugees we live refugees, we will die refugee. Resettlement countries should respect to imigran law according to their international obligation. There are many refugees who have been here for long time and have been forgotten."
Kemudian "Two time rejected asylem seeker please reopen our casr and let us to live we are looking for (UNHCR) humanity. Resertlement countries shuold respect to imigration laws according to the their international obligations. UNHCR help us. Please pay attention to for forgotten refugee in Medan. We want justice. Being refugee not a crime. We want resettlement."
Dalam tuntutannya, massa meminta UNHCR mempercepat proses pemindahan seluruh warga negara pengungsi ke negara-negara ketiga yaitu Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Inggris.
Meminta UNHCR supaya berkoordinasi dengan keempat negara disebut, untuk mengembalikan para pengungsi ke negara ketiga.
"Terima kasih dari Pemerintah Indonesia, Komunitas Indonesia, masyarakat Indonesia dan semua yang mendukung kami," kata Musa.
Para pengungsi mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Kota Medan, karena selama ini para pengungsi tidak pernah diganggu
Jumlah pengungsi yang tinggal di Kota Medan saat ini berjumlah 2.000 orang, namun yang ikut aksi sekitar 500 orang. (art/drc)
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Kejaksaan Bantah Periksa Rabuddin Alias Rb, Penguasa Proyek Kota Medan dan Pemilik 42 SPPG MBG di Sumut
Biaya Air Mineral Walikota Medan Rp.1,1 Miliar, Gen Z Sumut: Mungkin Mahluk Halus yang Minun
Pelaksanaan SPMB di Kota Medan Jadi Sorotan Ombudsman RI
Penebangan 2700 Pohon Proyek BRT Kota Medan Bertentangan Dengan Gerakan Go Green
Massa PMPRI Asahan Geruduk Kantor PTPN IV di Kota Medan, Desak PalmCO Batalkan Proyek 2026
Tanam 1000 Pohon Khas Melayu di Bantaran Sungai Deli Untuk Menjaga Kota Medan
Komentar