Ibu-ibu Aisyiyah Sumut Praktik Tongkale
Foto: Istimewa
Praktik Tongkale.
drberita.id | Budidaya ikan secara konvensional memang membutuhkan dana dan lahan yang luas. Namun tidak dengan Teknik Budidaya Ikan Kangkung Dalam Ember (Budikdamber) atau dikenal sebagai Tong Kangkung dan lele (Tongkale).
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman pada acara Workshop Tongkale dalam Program Keluarga dan Komunitas Lenting yang digelar oleh Gerakan Perempuan Muslim Aisyiyah, di MTS Aisyiyah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Jumat 14 Agustus 2020.
Teknik Budikdamber ini, jelasnya dapat dilakukan di mana saja termasuk di pekarangan yang sempit sekalipun. Cara budidaya ini termasuk yang mudah untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga, secara aplikasi atau penerapan dalam perawatan juga tidak membutuhkan keahlian khusus dan minim biaya pembuatannya.
"Dengan kegiatan ini diharapkan para peserta mendapat ilmu dan bekal untuk dipraktekkan sebagai langkah meningkatkan ketahan pangan walaupun dalam kondisi lingkungan yang sempit dan jika memungkinkan bisa menjadi wirausaha bagi masyarakat setempat," ujarnya.
Dompet Dhuafa Waspada, sambugnya, telah menerapkan program Budikdamber dan Alhamdulillah, program tersebut sukses dan banyak masyarakat yang mendapat manfaatnya, hingga kini program tersebut terus berlanjut. Dengan Budikdamber tanaman seperti kangkung sudah bisa dipanen dan dinikmati hasilnya saat usia 14 hari dan ikan dapat dipanen setelah 2,5-3 bulan.
"Program Budikdamber ini untuk menjaga ketersediaan atas kebutuhan konsumsi protein keluarga kelas menengah adalah dengan memanfaatkan lahan sempit disekitar rumah/hunian. Terlebih di masa pandemi Covid-19, keluarga pra sejahtera jangan sampai lepas perhatian," terangnya.
Hj. Elynita sebagai Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumatera Utara dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada seluruh ibu-ibu tangguh Aisyiyah karna telah mengikuti kegiatan "Workshop Tongkale dalam Program Keluarga dan Komunitas Lenting".
"Semoga ibu-ibu terus semangat pelatihan ini bisa diterapkan di wilayah kita masing-masing, sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat," katanya.
Dari hasil pantauan, tampak para Workshop tersebut di ikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari 31 cabang Aisyiyah yang ada di kota Medan begitu antusias mengikuti proses pembuatan Budikdamber serta perawatan wadahnya.
art/drb
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Melalui Dompet Dhuafa Waspada, Ketua Yayasan RSU Sufina Aziz Sutan Aziz Tunaikan Zakat
Karyawan Muslim Hermina Salurkan Donasi Banjir Sumut Rp.12,9 Juta Melalui Dompet Dhuafa Waspada
Dompet Dhuafa Waspada Salurkan Bantuan ke Penyintas Banjir di Daerah Terisolir Gayo Lues
RSU Sufina Aziz Medan dan Dompet Dhuafa Waspada Gelar Pengobatan Gratis Korban Bencana di Aceh Tamiang
Sekolah Bintang Rabbani Dompet Dhuafa Waspada Dapat Bantuan 4 Unit Laptop dari Bank Sumut
Dompet Dhuafa Waspada Perkuat Respon Banjir di Tanjungpura
Komentar