Pelajar dan Mahasiswa Bali Bakti Sosial ke TPA Suwung, Berbagi Nasi Dhuafa

- Minggu, 06 September 2020 12:07 WIB
Pelajar dan Mahasiswa Bali Bakti Sosial ke TPA Suwung, Berbagi Nasi Dhuafa
Foto: Herdian Armandhani
Pemulung dapat nasi dhuafa dari mahasiswa Bali.
drberita.id | Komunitas Turun Tangan Regional Bali kembali mengadakan bakti sosial berbagi nasi dhuafa, dengan melibatkan puluhan relawan dari pelajar, mahasiswa dan pekerja, Sabtu 5 September 2020.

Sebanyak 200 nasi bungkus dan air mineral terkumpul dari aksi penggalangan, dengan titik dipusatkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sarbagita atau lebih dikenal TPA Suwung, Serangan, Denpasar Selatan.


Kemudian di Depo Pembuangan Sampah Genteng Biru, Jalan Teuku Umar, Depo Sampah Jalan Pulau Kawe Denpasar, dan Depo Sampah Pasar Kreneng Denpasar, serta lingkungan masyarakat pra sejahtera di Kota Denpasar.


"Sasaran yang menjadi target pembagian nasi adalah mereka yang berprofesi sebagai buruh angkut sampah, pemulung, pemilah sampah, juru parkir, pedagang asongan, pedagang kaki lima, tuna wisma,dan pengamen jalanan," ungkap Kadek Agus Putra Pradana, siswa SMK PGRI 2 Denpasar.


[br]

Menerapkan protokol kesehatan, para relawan Komunitas Turun Tangan Regional Bali blusukan ke lokasi-lokasi yang ditentukan. Tantangan saat pembagian nasi adalah di TPA Sarbagita Suwung. Di lokasi ini relawan membagikab nasi ke buruh angkut sampah yang sedang bekerja di atas Gunungan Sampah yang begitu tinggi.

Belum lagi aroma tidak sedap begitu menyengat, dentuman getaran tanah berpijak yang dihasilkan truk-truk pengangkut sampah yang silih berganti keluar masuk kawasan itu pun sangat mengganggu relawan.


Medan pembagian nasi yang begitu berat tak menyurutkan langkah para relawan untuk membagikan nasi ke para pekerja di kawasan yang jauh dari pemukiman warga tersebut.


"Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan bakti sosial bersama komunitas Turun Tangan Bali, senang rasanya bisa berbagi kepada saudara saudara kita yang sedang mengais rejeki di TPA Suwung (Serangan), melihat mereka bahagia sangat senang rasanya. Masih banyak saudara-saudara kita yang masih perlu uluran tangan dari kita," pungkas pemuda yang akrab disapa Agus ini.


[br]

Agus berharap berbagi nasi dhuafa bisa terus ada membantu saudara-saudara yang kurang mampu. "Semoga ke depannya saya dan komunitas Turun Tangan Bali bisa membantu saudara kita yang membutuhkan dan bisa mengajak masyarakat lainnya untuk berbagi bersama," ujar Ketua OSIS ini.

Relawan lainnya bernama Kadek Krisniari mengapresiasi kegiatan yang digagasa Komunitas Turun Tangan Bali.



"Semoga semakin banyak kegiatan kemanusiaannya, terutama membantu orang-orang yang membutuhkan. Tidak hanya untuk saat ini saja, tapi kedepannya semakin sering," tutur mahasiswi semesyer VII Universitas Mahasaraswati Denpasar ini.

Di lokasi kegiatan perwakikan Komunitas Turun Tangan Regional Bali, Muhammad Iyus mengaku senang bisa melihat orang-orang sekitar tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas bantuan nasi dhufaa dari komunitasnya.


[br]

"Dari kegiatan tadi, semoga bisa terus berlanjut kegiatan lainnya dalam frekuensi waktu tertentu," tutur mahasiswa Fakuktas Teknik Universitas Udayana ini.


Rencananya agenda berbagi nasi dhuafa akan diadakan dua minggu sekali setiap bulannya.Komunitas Turun tangan merupakan yayasan non profit yang secara khusus bergerak pada bidang pendidikan politik, sosial kemanusiaan, kesehatan dan lingkungan. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru