Seminar Anak Online, KPA Medan: Keteladanan Pemimpin Membentuk Karakter Anak

- Minggu, 02 Agustus 2020 22:34 WIB
Seminar Anak Online, KPA Medan: Keteladanan Pemimpin Membentuk Karakter Anak
Foto: Istimewa
Seminar anak online oleh KPA Medan.
drberita.id | Keteladanan pemimpin dalam membetuk karakter anak sangat berpengaruh. Dengan menanamkan nilai-nilai keteladanan mulai dari dalam rumah hingga intraksi sosial di tengah masyarakat.

Hal ini terungakp dalam 'Seminar Anak Online' dan webinar oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan, di Aula Hotel Residence Puri, Medan, Sabtu 1 Juli 2020,


Hadir sebagai pembicara Prof. Dr Maidin Gultom SH, M.Hum, Dr. Nispul Khori M.Ag dan Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga MH, dengan audiens 25 orang dan 40 peserta webinar atau daring.

Prof. Maidin Gultom dalam materinya menjelaskan karakter anak sangat ditentukan oleh orangtua. Oleh karena itu, orangtua berperan sangat besar dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anaknya di dalam keluarga melalui keteladanan dan kasih sayang.



[br]

"Dirasa perlu setiap generasi muda yang akan masuk fase menjalani kehidupan berumahtangga benar-benar mempersiapkan diri, baik mental dan ekonomi agar anak-anak dapat dibesarkan dengan pola pendidikan dan lingkungan yang baik," kata Prof. Maidin.


Sementara, Dr. Nipul Khoiri dalam materinya menyampaikan salah satu instrumen pembentukan karakter anak adalah lingkungan yang juga mencakup tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan situasi lingkungan bermasyarakat yang ramah anak melalui kebijakannya.


"Sikap teladan pemimpin juga bisa mempengaruhi karakter anak. Perilaku koruptif dan melanggar hukum yang dicontohkan oleh para pemimpin dapat merusak mindset anak dan bahkan ditiru oleh generasi yang akan datang," kata Nipul.

Maka dari itu, lanjut Nipul, perlu memilih pemimpin yang taat hukum dan anti korupsi agar dapat menjadi teladan bagi masyarakat khususnya anak-anak.


Selanjutnya, Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga MH mengatakan sangat disayangkan sampai hari ini baik Pemprovsu dan Pemko Medan tidak peduli dengan LPA Sumut dan LPA Medan. Mestinya LPA selaku stakeholder dirangkul untuk membangun kebijakan yang ramah anak dan pro terhadap pemenuhan hak-hak dasar anak sebagaimana diatur UU 35/2014.

[br]

"LPA mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan anak dalam fase krisis pandemi Covid-19 ini yang sudah berbulan-bulan tidak belajar di sekolah namun hanya belajar daring saja. Padahal kebijakan belajar daring sangat tidak berkeadilan karena tidak semua orang memiliki gadget dan kemampuan belanja kuota internet. Belum lagi distribusi sinyal juga belum merata di semua tempat di Sumut," kata Munir.

LPA Sumut, lanjut Munir, mengusulkan agar Pemprovsu secara perlahan mulai mengadaptasi era new normal, agar Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) alias belajar daring yang dikhawatirkan ini dapat teratasi, sehingga tidak terjadi kehilangan generasi bangsa atau lose generation.


"Salah satu langkahnya adalah mulai membuka sekolah di daerah zona hijau namun tetap mematuhi protokol kesehatan," ujar Munir.


Sebelumnya, Ketua LPA Kota Medan Alihot Sinaga M.Sos menyampaikan, melalui diskusi ini diharapkan pihaknta bisa bersinergi degan pemerintah dalam membangun karakter anak Indonesia yang Pancasilais untuk menyongsong bonus demografi.


"Harapan kita pengurus Pokja LPA di 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan sampai bulan November 2020 terbentuk sehingga di Februari 2021 semua pengurus kecamatan bisa mengikuti musrenbang untuk membahas bagaimana masalah-masalah anak ini bisa tersampaikan dan mendapat perhatian dari pemimpin,"ungkapnya.

Alihot juga berharap Kota Medan mempunya pemimpin yang bisa menjadi tauladan bagi anak-anak. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru