125 Fasilitator Papua-Maluku Ikut Program Tekad, Syaiful Syafri: Dapat Entaskan Kemiskinan Ekstrem 2026
Redaksi - Kamis, 25 September 2025 12:03 WIB
Poto: Istimewa
Istruktur Program Tekad Syaiful Syafri di Merqure Hotel Ancol Jakarta, Rabu 24 September 2025.
drberita.id -Fasilitator asal Provinsi Papua dan Maluku telah selesai ikuti pelatihan peningkatan kapasitas fasilitator dalam program Transpormasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad).
Mereka akan segera kembali ke daerah dan menerapkan keilmuannya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem 2026 di wilayah kerjanya.
Para fasilitator akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) sekaligus motivasi masyarakat untuk ikut merencanakan program pemberdayaan masyarakat baik secara individu atau kelompok, agar keterampilan pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi sesuai sumber daya alam melalui dana desa tahun 2025.
Demikain disampaikan Istruktur Program Tekad, Syaiful Syafri di Merqure Hotel Ancol Jakarta, Rabu 24 September 2025.
Sebanyak 125 peserta pelatihan Fasilitator Tekad utusan 25 Kabupaten asal Provinsi Papua dan Maluku, memdapat materi pelatihan merancang rencana kerja inovatif pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang diselenggarakan Kementerian Desa PDTT.
Menurut Syaiful Syafri, Pj. Bupati Batubara tahun 2008, fasilitator dapat mengentaskan kemiskinan ekstrem 2026 secara individu atau kelompok jika masyarakat mengelola usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) atau kerajinan, peternakan, perikanan dan pertanian terpadu berbasis desa, sesuai data akurat di desa, baik sumber daya alam, sumber daya manusia dan sarana desa.
Kerja sama Pemerintah Desa dan tenaga pelatih terampil untuk melatih masyarakat sesuai sumber daya alam sehingga masyarakat mampu mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi serta bekerjasama dengan BUMdes untuk pemasaran hasil produksi, yang hasilnya akan meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjadi produk unggulan desa.
Juga dijelaskan Kadis Sosial Sumut 2010 ini ketika masyarakat berhasil mengembangkan kerajinan tangan dan UMKM serta memasarkan produksinya keluar daerah maka fasilitator harus mempasilitasi masyarakat untuk membuat merek dan kemasan menarik, serta ijin balai pengawasan obat dan makanan (POM) maupun ijin usaha dari Dinas Perindustrian dan Prrdagangan.
"Demikian juga dengan pemberdayaan masyarakat yang diprioritaskan kepada pertanian terpadu atau peternakan atau perikanan, maka para fasilitator atau kader desa dapat mempasilitasi masyarakat untuk mendapat perhatian khusus dari dinas pertanian atau peternakan atau perikanan di daerah," jelasnya.
Syaiful Syafri juga menjelaskan pada tahun 1990 an sampai awal 2000, program pemberdayaan masyarakat miskin perkotaan dan Komunitas Adat Terpencil (KAT) sudah dikerjakan melalui pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha, sehingga pendapatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa meningkat.
Terkait anggaran untuk pemberdayaan masyarakat miskin, lanjut Syaiful Syafri, fasilitator bisa bekerjasama dengan perusahaan yang ada di kabupaten melalui Dana CSR sesuai Undang Undang Nomor 40 tahun 2007 dan Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perseroan terbatas dengan dukungan pemerintah daerah.
Karenanya kata Syaiful Syafri, hasil pelatihan peningkatan kapasitas fasilitator dalam Program Tekad yang dilaksanakan Kementerian Desa PDT bagi para fasilitator asal Provinsi Papua dan Maluku, jika dikerjakan usai mengikuti pelatihan maka pendamping desa menjadi ujung tombak untuk menangani kemiskinan ekstrem di daerahnya.
"Apalagi para fasilitator bisa memberi penjelasan pada kepala daerah baik di kabupaten dan provinsi maupun pengusaha daerah untuk mendukung infrastruktur jalan dan sarana desa yang dibutuhkan, diyakini kemiskinan ekstrem 2026 akan berhasil ditangani dengan baik demi kesejahteraan masyarakat sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945," katanya.
Pelatihan fasilitator dalam Program Tekad tahun 2025 ini, diisi 10 narasumber sesui keahlian yang berasal dari Pejabat Kementerian Desa PDTT, Pertanian, Koperasi dan tenaga ahli yang berprofesi bidang tehnologi.
Syaiful Syafri tampil didampingi Narasumber bidang Tehnologi Dr Mhd Arqam M.Pd dengan moderator Farida Sijabat dari Kemendes PDTT.
Rangkaian pelatihan dibuka secara resmi oleh Mendes PDTT diwakili Dirjen PIDDT DR H Tabrani M.Pd dan dihadiri Sekretaris Dirjen Drs. Syahrul M.Si, Direktur PPU DR H.M.Ridha Haykal M.Si, Direktur Pelayanan Investasi Aditya Hendra SE, MM.
Kemudian, Direktur Pemasaran Produk Unggula DR. H. Yusra M.Pd, Direktur Pengembangan Kelembagaan dan Investasi Rafdinal S.Sos, MT, dan Direktur Perencanaan Dra Dewi Yuliani, MP.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Tokoh Pendidikan Sumut: Contoh Gubernur Kaltim, Jabar dan Maluku Utara
Asta Cita: Peksos Ragu Capaian Kemiskinan Ekstrim 0% di Sumut Tahun 2026
Dukung Keandalan Listrik di Maluku Utara, PLN UIP MPA Kebut Pembangunan PLTMG Tobelo
Perpustakaan Keliling Satgas Yonif 122/TS Hadir di Perbatasan Papua
Satgas Kodim Maluku Perbaiki Pipa Air Bersih di Hutan Desa Luhu
Temukan Ladang Ganja, Personil Yonif 126/KC di Perbatasan Papua Dapat Penghargaan
Komentar