Ini Alasan Pembatalan Pengumuman Status Wakaf RS Haji Medan
Artam - Selasa, 14 Januari 2020 14:31 WIB
drberita/istimewa
Sekda Provsu Haja Sabrina
DRberita | Pengumuman status wakaf Rumah Sakit (RS) Haji Medan yang dijadwalkan Selasa 14 Januari 2020, oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara batal dilaksanakan. Padahal undangan sudah tersebar kemana-mana dan mendapat respon banyak dari masyarakat.
Sekda Provinsi Sumatera Utara Haja Sabrina mengatakan alasan pemabatalan itu karena di Rumah Sakit Haji Medan terdapat wakaf dan dana APBD yang perlu dikaji ulang.
"Soal rs haji kita tau betul ada wakaf dan ada dana apbd, ini perlu dibahas agar nantinya diperoleh cara dan bentuk kepemilikannya dan tdk bermasalah," kata Sabrina, Selasa 14 Januari 2020.
Kemudian, kata Sabrina, sebelumnya ia tidak mengetahui adanya rencana pengumuman status wakaf RS Haji Medan yang akan dilaksanaka di aula Rumah Dinas Gubernur Edy Rahmayadi.
"Sy tak tau soal ini sampe semalam pagi, lalu sorenya kami bahas historis dan dokumen2nya utk mendudukkan keberadaannya," kata Sabrina.
Sabrina juga membantah ada oknum yang melobinya untuk pembatalan pengumuman status wakaf Rumah Sakit Haji Medan.
"Sy tak pernah jumpa atau ngomong sama sakira zandi sampe tadi malam jumpa di acara silaturrahim dgn ulama dan penyerahan bantuan utk mesjid agung dan kami hanya salaman, tak bicara apapun, tempat duduknya pun terpisah laki2 dan perempuan," jelas Sabrina.
Sekda Provinsi Sumatera Utara Haja Sabrina mengatakan alasan pemabatalan itu karena di Rumah Sakit Haji Medan terdapat wakaf dan dana APBD yang perlu dikaji ulang.
"Soal rs haji kita tau betul ada wakaf dan ada dana apbd, ini perlu dibahas agar nantinya diperoleh cara dan bentuk kepemilikannya dan tdk bermasalah," kata Sabrina, Selasa 14 Januari 2020.
Kemudian, kata Sabrina, sebelumnya ia tidak mengetahui adanya rencana pengumuman status wakaf RS Haji Medan yang akan dilaksanaka di aula Rumah Dinas Gubernur Edy Rahmayadi.
"Sy tak tau soal ini sampe semalam pagi, lalu sorenya kami bahas historis dan dokumen2nya utk mendudukkan keberadaannya," kata Sabrina.
Sabrina juga membantah ada oknum yang melobinya untuk pembatalan pengumuman status wakaf Rumah Sakit Haji Medan.
"Sy tak pernah jumpa atau ngomong sama sakira zandi sampe tadi malam jumpa di acara silaturrahim dgn ulama dan penyerahan bantuan utk mesjid agung dan kami hanya salaman, tak bicara apapun, tempat duduknya pun terpisah laki2 dan perempuan," jelas Sabrina.
Informasi terakhir diperoleh Ketua MUI Sumut Prof Abdullahsyah dan robongan pengurus MUI dan BWI Sumut sudah berkumpul di Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara. (art/drc)
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Mendadak 7 Kepala OPD Pemprovsu Diundang Uji Kopetensi, Ini Daftar Namanya
Puluhan Perawat dan Dokter RS Haji Medan Dikabarkan Terpapar Covid-19
Jangan Sampai Ada OTT KPK, Sekdaprovsu Diminta Tertibkan Para Pokja dan KPA
Peradaban Melayu Hampir Punah, Panitia Temui Sekda Sabrina
Sabrina Bantah Mundur
Undangan Sudah Tersebar, Pemprovsu Batalkan Pengumuman Status Wakaf RS Haji Medan
Komentar