LIPPSU: Pak Gubsu jangan sampai terjebak banjir

Artam - Kamis, 25 Juli 2019 12:18 WIB
LIPPSU: Pak Gubsu jangan sampai terjebak banjir
drberita/istimewa
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
DINAMIKARAKYAT - Memperhatikan semangatnya Gubernur Sumut Edy Ramayadi mengurusi banjir di Kota Medan dan sekitarnya, sangat patut diberikan apresiasi. Ini membuktikan mantan Pangkostrad berbintang tiga ini memiliki integritas yang mumpuni.

Sebaliknya, Walikota Medan dan Walikota Binjai serta Bupati Deli Serdang, yang selama ini dinilai kurang tanggap dan peduli dengan kawasan kotanya yang bermasalah banjir.

"Namun dalam hal ini Pak Gubsu jangan sampai terjebak dalam masalah banjir yang berada pada kawasan Mebidangro (Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo)," ujar Direktur Eksekutif LIPPSU Azhari Sinik dalam keterangan persnya pada wartawan, Kamis 25 Juli 2019.

"Apalagi jika kita perhatikan belum apa-apa sudah mengalokasikan anggaran Rp 12,4 miliar," sambungnya.

Seharusnya, kata Azhari, jelas dulu apa yang akan dilakukan detilnya terhadap pengendalian banjir,  baru bicara anggaran. Inilah sebuah rencana tidak beres yang bisa membuat Gubsu terjebak dalam masalah banjir itu sendiri.

Sebaiknya, lajut Azhari, Edy Rahmayadi terlebih dahulu meletakkan fundamen dasar dalam mengatasi banjir Kota Medan dan sekitarnya (Kawasan Perkotaan Mebidangro). Persoalan mengatasi banjir Kota Medan dan sekitarnya, harus kembali memperhatikan RTRW Mebidangro yang tertera dalam Perpres No. 62 tahun 2011. "Master pland drainase Kota Medan dan lain-lainnya," cetusnya.

Bila membaca program pembangunan tentang masalah banjir Kota Medan dan sekitarnya, ini sudah tidak asing lagi. Saya menilai sudah ratusan miliar anggaran dialokasikan dalam mengatasi banjir Kota Medan dn sekitarnya, tetapi tidak selesai juga masalahnya.

Dari mulai program MUDP, MUDP 1 dan 2, MSHP, Pembangunan Kanal (mengatasi banjir Medan Utara) proyek ini dinilai gagal.

Begitu juga proyek pembangunan drainase kawasan Martondi (mengatasi banjir pada kawasan Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Denai dan Medan Tembung serta Percut Sei Tuan, proyek ini terhenti dan gagal. Dan rencana pembangunan Bendungan Simeme belum juga terlaksana.

Artinya, kata Azhari, Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut diminta harus membaca dan mengevaluasi kembali program-program yang sudah dilakukan sebelumnya. Jangan terlalu cepat dan emosi membuat kebijakan dalam meangani permasalahan banjir Kota Medan dan sekitarnya.

"Ini akan bisa berakibat buruk terhadap kepemimpinan Pak Edy sebagai Gubernur Sumut. Sementara Bupati Deli Serdang, Walikota Medan dan Walikota Binjai duduk-duduk santai dan tidak perduli dengan terjadinya banjir kawasan yang menimpa masyarakat," tandasnya. (art/drc)

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru