Aktivis 98 di Sumut Akan Deklarasi Relawan Persatuan Nasional Prabowo dan Budiman
Situasi Nasional dan Internasional Berubah
Redaksi - Senin, 31 Juli 2023 09:54 WIB
Poto: Istimewa
Muhammad Ikhyar Velayati.
drberita.id -Tokoh Aktivis 98 Sumut Muhammad Ikhyar Velayati mendukung gagasan Persatuan Nasional yang terungkap dalam pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Capres Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara IV, Jakarta, pada Selasa 18 Juli 2023 lalu.
Menurut Ikhyar, dari hasil diskusi yang dilakukan secara formal maupun informal dengan para aktivis 98 di Sumut, serta diberbagai daerah, responnya sangat positif.
"Hasil diskusi saya dengan kawan kawan aktivis 98 di Sumut dan berbagai daerah umumnya positif menanggapi pertemuan dan gagasan persatuan nasional yang ditawarkan dalam pertemuan antara Budiman Sujatmiko dengan Capres Gerindra Prabowo Subianto, bahkan untuk menindak lanjuti pertemuan tersebut para aktivis 98 akan mendeklarasikan Relawan Persatuan Nasional di 34 Provinsi di Indonesia," kata Ikhyar di Medan, Minggu 30 Juli 2023.
Aktivis 98 mendukung Budiman Sujatmiko padahal diketahui Prabowo merupakan seteru aktivis waktu pelengseran Soeharto, Ikhyar menjelaskan situasi nasional dan internasional berubah, maka strategi dan kawan berjuang juga bisa berubah.
"Hampir semua kawan aktifis 98 punya analisa yang sama tentang situasi nasional maupun peta geopolitik internasional. Berubah kimiawi ekopolnya maka berubah pula program, strategi beserta kawan perjuangannya," katanya.
Ikhyar melanjutkan pusat gravitasi ekonomi dari barat perlahan bergeser ke Asia, termasuk Indonesia yang diprediksi menjadi kekuatan keempat dunia tahun 2045.
"Saat ini mau tidak mau Indonesia harus menyatu dan membantu kutub progresif untuk kemitraan strategis baik militer, ekonomi maupun politik," jelasnya.
Ikhyar menjabarkan tentu saja blok atau kutub (AS, UE, NATO) yang selama ini mendominasi ekonomi dan hegemoni politik dunia tidak ingin kehilangan pengaruhnya, mulai panik dan melakukan tekanan, dikte, ancaman hingga sanksi ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Ikhyar menilai saat ini pemerintahan Jokowi sedang bertempur dengan negara dan lembaga yang mencoba mendikte Indonesia agar manut ke mereka.
"Inilah yang dirasakan Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi, mulai dari program pelarangan ekspor mineral mentah, protes mereka terhadap pengembangan hilirisasi pertambangan di dalam negeri, serta ancaman terhadap kebijakan larangan eksport sawit mentah yang menguntungkan Indonesia hingga ratusan triliun oleh negara yang tergabung dalam UE, AS mendapat dukungan WTO dan IMF.
Bahkan di bidang alustita dan pertahanan, Amerika melarang Indonesia membeli pesawat tempur Su-35 dari Rusia yang lebih canggih dari punya Amerika F-15 Eagle II, disertai ancaman ekonomi hingga boikot suku cadang alustita yang berasal dari AS.
"Coba bayangkan kurang ajarnya mereka, apa urusannya dengan yang kita beli, wong duit duit kita," kata Ikhyar.
Mengacu pada kondisi objektif di atas, dibutuhkan tokoh yang berani menentang dominasi kekuatan politik kapitalisme blok Barat, tetapi keberanian dari seseorang pemimpin saja tidak cukup, butuh dukungan kekuatan politik kaum nasionalis dan rakyat untuk mendukung semua program yang berbasis kerakyatan yang sudah dirintis oleh Presiden Jokowi, dan harus dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya.
"Kami menilai Prabowo masuk kreteria pemimpin yang memenuhi syarat untuk didukung kaum nasionalis, soal cawapresnya kita serahkan kepada beliau. Tentu saja kami merekomendasikan Budiman Sujatmiko sebagai perwakilan aktivis 98 atau Erik Thohir yang juga refresentatif tokoh muda yang punya jejak rekam yang mumpuni mendampingi dan mengawal program Jokowi saat ini," kata Ikhyar.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Setelah Putusan MK, Nasib IKN Menunggu Keppres: Presiden Prabowo Lebih Fokus Program MBG
GPA Sebut 1.098 Ekor Kurban Presiden Prabowo Langkah Nyata Pelayanan dan Keadilan Sosial
Gekira Sumut Datang ke USU Klarifikasi Chappel Picu Kontroversi Bawa Nama Prabowo
Mahfud MD Bersaksi Prabowo Bukan Aktor atau Pemain Watak
Mustahil Presiden Prabowo Tidak Faham Dampak Buruk Pelemahan Rupiah Terhadap Dolar AS
Dolar AS Perkasa di Indonesia, Prabowo Panggil Anak Buah ke Istana Negara
Komentar