Mahfud MD Bersaksi Prabowo Bukan Aktor atau Pemain Watak

Redaksi - Minggu, 24 Mei 2026 00:28 WIB
Mahfud MD Bersaksi Prabowo Bukan Aktor atau Pemain Watak
Poto: Istimewa
Mahfud MD dan Prabowo Subianto.
drberita.id -Mahfud MD bersaksi bahwa Presiden Prabowo bicara tertutup dan terbuka sama kerasnya dan sama tegasnya. Artinya, tak ada yang ditutup-tutupi atau disembunyikan. Panggung belakang dan panggung depan sama saja. Konsisten. Marah, ya marah. Tertawa, ya tertawa. Buka kulit, tampak isi.

Kesaksian Mahfud MD itu bukti bahwa Presiden Prabowo punya komitmen atau kemauan politik yang lurus. Beliau bukan aktor atau pemain watak yang bisa mengatakan apa yang tak dirasakannya. Di depan bilang A, di belakang bilang B. Di depan marah marah, di belakang malah tertawa-tawa.

Ini sebetulnya modal awal yang bagus. Semua berawal dari sini. Tanpa komitmen, kemauan, tekad, semuanya tak bisa. Bahkan, komitmen, kemauan, dan tekad Presiden Prabowo terasa begitu kuat, dibandingkan Presiden sebelumnya. Tapi memang, komitmen, kemauan, dan tekad saja tidaklah cukup.

Sebagai orang yang sudah berpengalaman di luar dan di dalam kekuasaan, mestinya Mahfud MD tahu persis bahwa antara komitmen dan implementasi itu adalah sesuatu yang berbeda. Implementasi butuh teknis lapangan yang rumit. Ada kalanya komitmen bertekuk lutut terhadap implementasi itu.

Tapi, tanpa komitmen yang kuat, implementasi sudah pasti mustahil. Sayangnya, inilah yang tak dijelaskan Mahfud MD. Seolah ia setuju-setuju saja dengan orang kebanyakan yang tak pernah berada dalam pemerintahan, bahwa apa pun sangat bisa diimplementasikan Presiden, kalau ada kemauan.

Padahal, pendapat kebanyakan orang itu sudah pasti keliru. Apalagi, dalam pemerintahan kita yang sudah rahasia umum bobroknya alang kepalang. Perbaikan bisa dianggap ancaman. Pergantian pun juga bukan solusi. Sebab orang sampai di posisinya saat ini, melewati jalan yang sama dengan lainnya.

Itulah agaknya yang dilakukan Presiden Prabowo. Beliau tak buru buru melakukan pergantian, karena penggantinya bisa jadi tak lebih baik daripada yang digantikan. Beliau memilih menegaskan komitmen agar aparatnya tahu, apa yang harus diperbaikinya. "Perbaiki dirimu sebelum kamu diperbaiki," katanya.

Presiden Prabowo agaknya berproses dan lebih mengutamakan hasil ketimbang sanksi. Buat apa buru buru menerapkan sanksi, kalau apa yang kita punya sudah tidak ada lagi. Terlihat sekali sebuah strategi yang sedang dijalankan Presiden Prabowo. Beliau tahu persis apa dan cara memperolehnya.

Tapi, wajar juga, Mahfud MD tak menjelaskan itu. Sebab, ia memang bukan orang yang ikut bersama Presiden Prabowo. Bahkan, ia tampil sebagai lawan politiknya pada Pilpres lalu. Ia setuju saja dikatakan Prabowo omon omon, meskipun sudah banyak juga yang dilakukan. Omon omon jelas, bukan Prabowo.

Pidato Presiden Prabowo di depan Paripurna DPR yang tidak biasanya itu adalah sebuah genderang perang yang sedang ditabuh terhadap pihak pihak yang selama merampok Indonesia dalam jangka panjang. Lag lagi, komitmen. Implementasinya setelah itu. Tapi tanpa komitmen bagaimana pula implementasi bisa diwujudkan?

Meski komitmen dan implementasi adalah sesuatu yang berbeda, seharusnya keduanya sama sama didukung dan tidak disamaratakan. Yang pura pura tidak tahu dan menyamaratakan itulah sebenarnya yang omon omon. Bukan orang yang berkomitmen, tapi memang implementasinya masih terus berproses.


Oleh: Erizal

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru