Aktivis 98: PDIP Baiknya Fokus Kampanye Capres Bukan Nyerang Jokowi
Pak Lurah Mau 3 Periode
Redaksi - Sabtu, 28 Oktober 2023 13:37 WIB
Poto: Istimewa
Presiden Jokowi
drberita.id -Koordinator Forum Aktivis 98 Muhammad Ikhyar Velayati mengimbau elit PDI Perjuangan baiknya fokus mengkampanyekan visi misi capres dan cawapres yang mereka usung. Bukan sebaliknya kampanye mendiskreditkan Presiden Jokowi.
"Apa yang dipertontonkan elit PDIP dengan menyerang Jokowi secara vulgar tidak baik bagi budaya demokrasi kita. Lebih baik elit PDIP kampanye visi misi capres cawapres yang diusungnya, dari pada sibuk menyerang Presiden Jokowi. Berbeda pandangan politik di Pilpres 2024 itu biasa," ungkap Ikhyar Velayati dalam rilisnya, Sabtu 28 Oktober 2023.
Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan ada permintaan dari Pak Lurah untuk mendukung perpanjangan masa jabatan presiden. Sosok Pak Lurah yang dimaksud oleh Hasto diduga Presiden Jokowi.
"Sebelumnya saya bertemu dengan menteri tersebut dan dikonfirmasi bahwa sikap ketua umum beberapa partai yang menyuarakan itu, saat itu dikatakan, ya sebagai permintaan Pak Lurah," ucap Hasto di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat 27 Oktober 2023.
Politikus PDIP Adian Napitupulu yang juga membeberkan dugaan awalan 'perseteruan' PDIP dengan Presiden Jokowi.
Adian menyebut masalah bermula dari sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menolak usulan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.
"Nah, ketika kemudian ada permintaan tiga periode, kita tolak. Ini masalah konstitusi, ini masalah bangsa, ini masalah rakyat, yang harus kita tidak bisa setujui," kata Adian, Rabu 25 Oktober 2023.
Ikhyar Velayati menilai pola dan strategi kampanye negatif seperti yang dipertontonkan elit PDIP akan memecah persatuan sesama anak bangsa dan kelangsungan NKRI
"Udahlah, tinggalkan pola pola kampanye negatif maupun kampanye hitam yang menyerang orang yang berbeda pandangan politik. Pengalaman Pilpres 2014 dan 2019 memberi pelajaran berharga bagi kita semua, bagaimana saat itu mulai dari akar rumput hingga tingkat elit terjadi polarisasi yang sangat tajam dan berlangsung bertahun tahun hingga kini," kata ikhyar
Ketua Umum Relawan Persatuan Nasional (RPN) tersebut mengatakan biarkan rakyat yang menilai siapa yang memimpin Indonesia ke depan.
"Siapapun yang menang dalam kontestasi pilpres ini adalah putra terbaik bangsa, dan tentunya akan bekerja mensejahterakan rakyat, biar kan rakyat menilai mana yang terbaik dan paling mampu bekerja untuk rakyat," tegasnya.
Mantan aktivis 98 yang pernah beberapa kali di tahan di masa Orde Baru ini memberikan apresiasi kepada pasangan Prabowo-Gibran yang melakukan kampanye sejuk, merangkul, dan fokus bicara tentang program yang akan dilakukan, jika diberi amanah memimpin Indonesia.
"Saya memberikan apresiasi terhadap pola dan materi kampanye pasangan Prabowo-Gibran yang sejuk, merangkul, memperkuat persatuan dan kesatuan anak bangsa serta fokus bicara tentang strategi dan program bagaimana mewujudkan Indonesia emas 2045 jika di beri amanah memimpin Indonesia," kata Ikhyar.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
KPK Harus Tangkap Bobby Nasution Walau Menantu Jokowi, Tapi Gandi Parapat Tidak Berani Protes atau Kritik
Depan Gedung Merah Putih KPK, KAMAK Minta Prabowo Tegur Mantu Mantan Presiden Jokowi
Jangan Hanya Hasto PDIP, KPK Harus Juga Tegakan Hukum Kepada Yasonna Laoly
BBHAR PDIP Medan Ingatkan PT. MAP Jangan Korbankan Karyawan Biasa Karena Lemahnya SOP
Aktivis 98 Sebut Jokowi Korban Perang Asimetris Antek Asing OCCRP Untuk Jatuhkan Indonesia
Aktivis 98 Berharap Elit PDIP Respon Pidato Prabowo di KTT: Ajak Negara Muslim Dukung Kemerdekaan Palestina
Komentar