Apa Untungnya Bobby Nasution Bagi Kota Medan?
Ekonomi Semakin Berat Dirasakan
Redaksi - Senin, 01 Januari 2024 21:38 WIB
Poto: Istimewa
Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Sumatera Utara, Defri Noval Pasaribu.
drberita.id -Saat kampanye pada Pilkada Kota Medan, banyak masyarakat memprediksi dengan memilih Bobby Nasution, Sang Menantu Presiden, maka pembangunan Kota Medan akan semakin berkembang pesat.
Prediksi mayoritas warga Medan tersebut memang cukup beralasan. Dan memang sebab "previlege" tersebut, maka Kota Medan hari ini mendapat kucuran dana yang begitu besar dari pusat.
Sejak menjadi suami dari Kahiyang Ayu, putri dari Jokowi, Presiden RI ke 7, di usia belia menginjak 30 tahun, Bobby maju dalam kontestasi Pilkada Kota Medan diusung oleh PDI Perjuangan.
Bersama Aulia Rachman, anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Gerindra, mereka memenangkan kontestasi dengan 47 % suara pemilih. Mengalahkan pasangan Akhyar - Salman Al Farisi. Sejak resmi sebagai walikota di Februari 2021, Bobby langsung tancap gas.
Pertumbuhan ekonomi Kota Medan yang tadinya minus, langsung naik ke 2,6 persen. Itu data terakhir dari BPS, pertumbuhan ekonomi Kota Medan berada di angka 4,7%. Walau masih di bawah angka pertumbuhan ekonomi secara nasional. Bobby telah mencatatkan prestasi.
Namun demikian, Bobby "keok" dalam menekan angka kemiskinan. Bahkan, bukannya menurun malah meningkat dari 8,01% di tahun 2020 naik menjadi 8,07 persen di tahun 2022.
Jumlah penduduk miskin tercatat meningkat sejak masa pemerintahannya. Pada 2020, jumlah penduduk miskin tercatat 183.540 jiwa menjadi 187.740 jiwa pada 2022.
Bobby juga tak berdaya menekan inflasi Kota Medan yang meningkat menjadi 6,1% pada 2022, melesat dari realisasi pada 2021 sebesar 1,7%, dan 1,76% pada 2020.
Pemerintah pusat menaruh perhatian cukup besar dengan Kota Medan. Hal itu tercermin dengan kucuran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang besar. Sejak 2020, pemerintah mengucurkan sekitar Rp2 triliun untuk Kota Medan.
Privilege yang didapatkan Bobby Nasution ternyata tidak berbanding lurus dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi Kota Medan.
Hal itu dibeberkan Ketua DPD Garda Pemuda Nasdem Sumatera Utara, Defri Noval Pasaribu kepada wartawan tentang perkembangan Kota Medan di bawah kepemimpinan menantu Presiden.
"Pertumbuhan ekonomi Kota Medan masih tidak beranjak walau privilege yang didapat Kota Medan dari pusat cukup besar," jelas Defri.
"Tingkat kemiskinan yang masih tinggi, inflasi, investasi yang tidak berjalan adalah sebagian problem yang melanda Kota Medan saat ini," sambungnya.
Menurut Defri, setidaknya ada 4 faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah, di antaranya adalah konsumsi rumah tangga, investasi, serta transfer dana pusat ke daerah.
"Dana pusat yang besar itu hanya tersedot untuk pembangunan infrastruktur seperti taman, median jalan, lampu pocong, drainase yang nyatanya tidak mengubah apa apa bagi Kota Medan," tegasnya.
Diakuinya, bahwa dana untuk kesehatan dan pendidikan Kota Medan cukup membanggakan. Namun pembangunan yang lebih menekankan keindahan kota terkesan hanya untuk pencitraan semata.
"Pendidikan dan kesehatan kita akui, baik. Namun upaya memperindah kota dan mencegah banjir hanya pencitraan semata. Warga terdampak dengan pembangunan infrastruktur tersebut, salah satunya adalah dengan bertambahnya titik kemacetan, dan banjir. Sementara ekonomi semakin berat saja dirasakan warga Kota Medan," beber Defri.
SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Relawan Bobby Nasution Panik Lihat Bupati Batubara Dukung Pemekaran Sumatera Pantai Timur
Pelantikan TP PKK Medan 2025-2030: Pesan Walikota Jauhkan Gadget dari Dalam Rumah Demi Pendidikan Anak
Wartawan Kecewa Rapat Pansus LKPj Walikota Medan Buka Tutup, Elfanda Ananda: Akses Publik Dijauhkan
Warga Jalan Turi Tolak Rencana Walikota Medan Alihfungsi RTH Jadi TPA Sampah
Jalan Provinsi Sumut di Kota Galang Rusak Berat, Semoga Bobby Nasution Peduli
Bobby Nasution Lantik Chandra Dalimunthe Pimpin BMBKCK Sumut
Komentar