Camat di Labura Maafkan Mahasiswa Penyebar Kabar LGBT
Poto: Darrenz
Camat Kualuh Selatan, Suwedi
drberita.id | Camat Kualuh Selatan, Suwedi atas nama pribadi maupun atas nama Pemerintah Kecamatan memilih untuk memaafkan kelompok mahasiswa yang menudingnya telah terjerumus dalam perilaku seksual menyimpang lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
"Biarkan sajalah, nanti Tuhan yang akan membalas perbuatan mereka. Saya tak mau repot repot membuang waktu mengurus masalah itu. Intinya saya tidak pernah melakukan seperti yang mereka tuduhkan itu," ujar Suwedi, saat ditemui, Selasa 14 September 2022.
Dijelaskannya, terkait permasalahan ini, dirinya sudah dipanggil Bupati Labura Hendriyanto Sitorus dan Sekretaris Daerah M. Suib. Di hadapan kedua petinggi Pemkab Labura itu, Suwedi mengaku sudah memaafkan kelompok mahasiswa itu.
BACA JUGA:
Camat Kualuh Selatan Dituduh LGBT, Ini Kata Sekda Labura
Suwedi menceritakan masalah ini sebenarnya bupati dan sekda berbeda pendapat. Sekda M. Suib disebut Suwedi sempat berang dan menganjurkan agar dirinya membuat laporan ke polisi untuk memulihkan nama baiknya secara pribadi, mau pun nama baik Pemerintah Kecamatan Kualuh Selatan.
Sedangkan Bupati Labura Hendriyanto Sitorus, menurut Suwedi, menyarankan agar Suwedi membiarkan saja persoalan itu, tanpa perlu membuat laporan ke polisi. "Sudah, biarkan saja, ngapain diurusin itu," ujar Suwedi menirukan Bupati Labura Hendriyanto Sitorus.
Selain memaafkan penyebar kabar memalukan itu, Suwedi juga mengaku pasrah jika sewaktu waktu hal ini akan berefek buruk terhadap jabatannya.
"Kalau pun harus dicopot gara gara masalah ini, saya sudah siap. Semua itu tergantung Pak Bupati sebagai pimpinan saya," imbuhnya.
[br]
Banyak pihak menyayangkan sikap Suwedi yang tidak mengambil upaya hukum dalam menyikapi tuduhan memalukan itu. Mereka mendesak agar Suwedi membuktikan bahwa tuduhan kelompok mahasiswa itu tidak benar dan fitnah.
"Kalau memang fitnah dan tak pernah terjadi, harusnya Pak Camat membuat laporan ke polisi. Ini kan bukan hanya membuat malu beliau sebagai camat, tapi kami sebagai warga Kecamatan Kualuh Selatan juga malu dan merasa keberatan dengan isu menjijikkan ini," ujar Khairul, salah seorang warga Damuli saat diminta tanggapannya.
Sebelumnya diberitakan, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Perubahan Indonesia (MAPIA) menyebarkan informasi rencana mereka untuk berunjukrasa pada Senin 12 September 2022 di halaman Kantor Bupati Labura.
BACA JUGA:
Dituduh LGBT, Camat di Labura Tidak Mau Lapor ke Polisi
Dalam salinan surat mereka yang diterima wartawan, mahasiswa ini menuntut agar Bupati Labura mencopot Camat Kualuh Selatan karena terjerumus dalam perilaku seks menyimpang atau LGBT.
"Sesuai temuan kami di lapangan dan laporan masyarakat serta bukti yang kami dapatkan, kami telah menemukan kejanggalan pada Bapak Camat Kualuh Selatan, yang kami duga telah melakukan hubungan LGBT atau pun Gay yang sangat merusak jiwa pemimpin khususnya di Kecamatan Kualuh Selatan Labuhanbatu Utara," demikian dikutip dari surat itu.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Pemkab Labura Donasi ke Palestina Rp345,5 Juta
Video Mesranya Beredar, Natasha Wilona Santai Saja
Hamili Fisioterapi 4 Bulan, Anggota TNI dilaporkan ke PM Kodam I/BB
Pemerkosa Santriwati di Kamar Mandi Masjid At Taubah Terancam 15 Tahun Penjara
Polisi Tangkap Guru Cabul 14 Murid di Medan
PB PASU Dukung Orang Tua Murid Laporkan Guru Olahraga Cabul ke Polrestabes Medan
Komentar