China Minta Inggris dan Sekutu Jangan Campur Tangan Urusan Hongkong
drberita.id | Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris akan mengubah kebijakan imigrasi dan menawarkan jutaan warga Hong Kong "sebuah jalan mendapatkan kewarganegaraan" jika China tetap memberlakukan regulasi keamanan baru.
Dikutip BBC Indonesia, Kamis 4 Juni 2020, Dia memperingatkan Beijing bahwa jika undang-undang keamanan baru diterapkan di Hongkong, maka Inggris tidak mempunyai pilihan lain kecuali menawarkan jalan untuk menjadi warga negara Inggris.
Dalam tulisannya yang diterbitkan di Times, Johnson mengatakan Inggris "tidak memiliki pilihan" selain tetap menjalin hubungan dengan teritori tersebut.
Namun, China meminta Inggris jangan campur tangan dalam urusan Hongkong. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Zhao Lijian, mengatakan London harus melupakan hal yang disebut sebagai mentalitas kolonial, dan menghormati fakta bahwa Hongkong sudah dikembalikan ke China.
Baca Juga: Perusahaan Hikvison Bantu Alkes Covid-19 ke Pemko Medan
China menghadapi banyak kecaman atas regulasi yang disetujui parlemen China pekan lalu. Banyak orang di Hongkong takut hal itu dapat mengakhiri kebebasan unik mereka, yang tidak dimiliki oleh warga China lainnya.
Inggris telah berdiskusi dengan sekutunya, termasuk AS dan Australia, terkait apa yang harus dilakukan jika China memberlakukan undang-undang baru yang akan memidanakan semua orang yang merongrong kewenangan Beijing dan orang-orang mulai melarikan diri dari Hongkong.
Dalam tulisannya di Times pada hari Rabu 3 Juni 2020, Johnson mengkonfirmasi bahwa jika China mengesahkan undang-undang, orang-orang di Hongkong pemegang paspor Luar Negeri Nasional Inggris (BNO) akan diizinkan untuk datang dan tinggal ke Inggris selama 12 bulan tanpa visa.
Saat ini mereka hanya diizinkan tinggal selama enam bulan. Sekitar 350.000 orang di Hong Kong saat ini sudah memiliki paspor BNO, tetapi 2,6 juta lainnya dianggap memenuhi syarat.
Baca Juga: Kebijakan BPJS Ketenagakerjaan Diprotes
Pemegang paspor BNO juga diberi hak imigrasi lain, seperti hak untuk bekerja. Ini "dapat menempatkan mereka pada sebuah jalan untuk mendapatkan kewarganegaraan", ujar Johnson.
(art/drb)
Penulis Yonge Sihombing Luncurkan Buku Prabowonomics Versi Indonesia dan Inggris
Pusat Pelatihan Kerjasama dengan China akan Berdiri di USU, Ini Kata Rektor
Dampak Perang Dagang Amerika dan China, Bupati Asahan Undang Rapat Forkopimda dan Perusahaan
Regina Maria Nauli Siahaan Juara 1 Lomba Pidato Berbahasa Inggris Tingkat SMP Toba
Anak Sumut Tolak Proyek 1 Juta Hektare Lahan Persawahan untuk China