Harga Bobby Tak Semahal Akhyar di Pilkada Medan

Artam - Sabtu, 25 Juli 2020 23:58 WIB
Harga Bobby Tak Semahal Akhyar di Pilkada Medan
Foto: Istimewa
Akhyar dan Bobby
drberita.id | Akademisi Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Shohibul Anshor Siregar berpendapat kepindahan Akhyar Nasution ke Partai Demokrat menjadi harga mahal yang harus dibayar PDIP karena memilih politik dinasti.

"Ini adalah harga yang cukup mahal yang mesti dibayar oleh PDIP karena memilih jalan politik dinasti. Bobby Nasution beroleh prioritas hingga mengorbankan petahana Akhyar Nasution," ujar Shohibul Anshor kepada wartawan di Medan, Sabtu 25 Juli 2020.



Baca Juga: Kejatisu dan BNI Buat 6 PKS


Menurut Shohibul, tentu pastilah sangat berat bagi Akhyar Nasution yang dibesarkan dan sekaligus ikut membesarkan PDIP pindah partai karena tak diberi tempat dan kesempatan untuk mendapatkan haknya sebagai kader.

"Ini tidak berhenti sampai di situ. Karena di internal PDIP tentu saja ada gejolak pro dan kontra. Bisa saja langkah Akhyar Nasution akan didukung oleh kader di grassroot, dalam arti berpartisipasi penuh memenangkannya meski tak ikut pindah partai," jelasnya.



Duka Akhyar, kata Shohibul, juga akan diterjemahkan penuh empati oleh halayak yang serta-merta mengundang dukungan karena Akhyar Nasution dikorbankan.

Baca Juga: Kemendagri Akan Panggil Kepala Daerah yang Belum Cairkan NPHD Pilkada


"Kita tahu dua pilpres terakhir tak pernah memenangi Jokowi di Medan. Ada potensi keterusan dalam arti Bobby dianggap sebagai personifikasi Jokowi. Ini urusan pelik yang dihadapi PDIP dan Bobby Nasution serta tak terkecuali Jokowi," jelas Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatra Utara.




(art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru