Jokowi Jangan Ikut Kudeta Moeldoko
Foto: Istimewa
Moeldoko dan Jokowi
drberita.id | Suara-suara rakyat memang tak bisa disalahkan ketika menuntut Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberhentikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
"Itu tidak aneh, karena mereka melihat Joko Widodo tidak boleh ikut mengkudeta Partai Demokrat (PD) atau tidak boleh tak menindak orang terdekatnya melakukan kudeta itu tanpa malu-malu," ungkap Pengamat Politik Shohibul Anshor Siregar dalam tulisanya, Kamis 11 Kamis 2021.
Jika Moeldoko itu kader PD, kata Shohibul, tentunya Presiden Jokowi bisa berdalih 'itu konflik internal, saya tak boleh intervensi'.
Menurut Shohibul, moral rakyat saat ini sangat terganggu dengan seorang pejabat tinggi negara yang sehari-hari paling dekat dengan Presiden Jokowi melakukan kudeta partai.
"Maka sebaiknya Moeldoki diberhentikan agar Jokowi tidak menjadi tertuduh secara politik apalagi moral," kata Shohibul.
Munculnya suara-suara yang mendukung Moeldoko adalah proses legitimasi politik menuju legitimasi hukum atas tindakan kudeta Partai Demokrat yang dilakukan Moeldoko, betapa pun itu sangat tidak mudah.
Namun jelas, lanjut Shohibul, suara-suara seperti ini tidak boleh dipandang sebagai pupuk demokrasi, dan sasaran akhir pertanyaan rakyat kelak adalah "mengapa Jokowi tidak bertindak negarawan".
"Risiko di balik ketidakpercayaan itu jangan sampai membesar sebagai arus yang bisa menumbangkan dan menghanyutkan pohon-pohon besar sekali pun," jelasnya.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
KPK Harus Tangkap Bobby Nasution Walau Menantu Jokowi, Tapi Gandi Parapat Tidak Berani Protes atau Kritik
Depan Gedung Merah Putih KPK, KAMAK Minta Prabowo Tegur Mantu Mantan Presiden Jokowi
Aktivis 98 Sebut Jokowi Korban Perang Asimetris Antek Asing OCCRP Untuk Jatuhkan Indonesia
RBS Duga Ada Misi Terselubung Jokowi Datang ke Sumut
Korwil PMPHI Sebut Pergantian Pj. Gubsu Keinginan Presiden Jokowi
Publik Puas Kinerja Jokowi, RPN: Bobby Nasution Bisa Menang Pilgubsu 2024
Komentar