Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah
Poto: Istimewa
Julwanri Munthe
drberita.id | Pengurus Pemuda Katolik mengingatkan agar para pejabat negara melihat aksi penolakan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk di swab dokter kepresidenan Rusia sebagai pelajaran dalam menempatkan kepentingan dan cara mengelola negera.
"Sekilas dibanyak "meme" dan pemberitaan pertemuan Macron dengan Putin beberapa hari lalu tampak kocak karena harus dilakukan dengan sangat berjarak dalam pembahasan genting dan panjang tentang krisis Ukraina di Moskow, namun sebenarnya itulah paham "realisme"," ujar Ketua Bidang Pertahanan dan Hubungan Internasional Pemuda Katolik Julwanri Munthe dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 Februari 2022.
Paham realisme ini adalah pandangan pesimis atas sifat alami manusia dan sistem politik internasional yang menunjukan bahwa sebenarnya hubungan internasional itu kompetitif dan konfliktual.
BACA JUGA:
KUT Sumber Rezeki Gugat PT. GDLP, Bupati dan Mantan Bupati Labura
"Jadi, wajar saja setiap pemimpin memikirkan hal paling buruk sebagai antisipasi atau langkah preventif," kata Julwanri.
Pihak Prancis, lanjut Julwanri, tidak rela pemimpin mereka dites mengantisipasi pengambilan DNA, sedangkan pihak Rusia harus memanjangkan mejanya sebagai langkah prosedur tambahan menjaga kesehatan presidennya.
"Maaf jika analoginya sedikit kasar, memberikan lendir saja mereka tidak berkenan, apalagi sejengkal tanah, kira-kira begitu," tandasnya.
Terlepas dari peta konflik, kata Julwanri, apa yang sedang disaksikan memang pelajaran besar dalam mengelola negara, jangan sampai Indonesia di bawah bayang bayang negara asing.
BACA JUGA:
Relawan Jokowi: Ada Provokator di Kejadian Warga Desa Wades
Seperti Prancis, Rusia, AS, Tiongkok, dan negara lainnya, Indonesia ini negara besar. Maka pesan ini cukup kuat untuk diterjemahkan pada situasi pemerintah mengelola setiap jengkal tanah, objek objek vital, kekayaan alam tambang migas, ruang udara, dan laut.
"Jangan sampai salah mengelola dan masuk jebakan utang Tiongkok yang terjadi dibeberapa negara," tegas Julwanri.
SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
LBP: Pemerintah Cabut Syarat PCR dan Swab Antigen
Tak Adil: Kru Pesawat Hanya Rapid Tes Antigen Rp 100 Ribu, Penumpang Harus PCR
Kuasa Hukum: Ternyata selama ini kita ditipuin dari Poldanya ya kan
Komisi Informasi Minta Kombes Riko Buka Perkara 4 Mobil Mewah Konsul Rusia
Polisi Tidak Tahan Dokter Pengguna Plat Palsu Konsulat Rusia
Kabareskrim Polri Minta Warga Lapor Jika Harga Tes PCR di Atas Rp 525 Ribu
Komentar