Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Komitmen Wujudkan Pemilu Damai

Edukasi Politik Lawan Hoax
Redaksi - Kamis, 26 Oktober 2023 19:06 WIB
Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Komitmen Wujudkan Pemilu Damai
Poto: Istimewa
Diskusi politik damai.
drberita.id -Mempersempit jurang pemisah yang kerap membentang antara para pendukung pasangan calon, mahasiswa dan pemuda Nahdlatul Wathan berkomitmen ikut berperan mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Wathan Sumatera Utara (PWNM Sumut), M. Iqbal Daulay dalam acara diskusi yang bertemakan 'Peran Mahasiswa dan Pemuda Nahdlatul Wathan Mewujudkan Pemilu Tahun 2024 yang Aman, Damai, dan Sejuk dalam Bingkai Kebhinekaan'.

Diskusi itu berlangsung di Kampoes Kopi di Jalan Selamet Ketaren, Percut Sei Tuan, Deliserdang, Kamis 26 Oktober 2023, dihadiri Ketua PW Himmah NW Sumut Syahrul Mukti Tanjung, Sekretaris Yassir Emyede, dan belasan mahasiswa.

Ditegaskan Iqbal, langkah konkrit yang dilakukan PWNW Sumut dalam upaya tersebut adalah dengan cara memberikan pemahaman dan edukasi kepada para mahasiswa dan pemuda Nahdlatul Wathan, agar tidak terjebak dalam praktik praktik kampanye negatif dari para pasangan calon yang ikut dalam kontestasi pemilu.

"Dalam upaya mengikis ketegangan dalam kontestasi pemilu agar berjalan aman dan damai, tentunya kita akan terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada mahasiswa dan para pemuda Nahdlatul Wathan, agar tidak terjebak dalam praktik kampanye negatif," sebutnya.

Menurut Iqbal, agar Pemilu 2024 bisa berjalan damai, aman, dan sejuk dalam bingkai kebhinekaan, peran serta seluruh lapisan masyarakat harus turut serta dalam upaya yang sejalan.

Terutama membekali diri dengan ilmu pengetahuan politik agar tidak termakan isu negatif dan penyebaran berita hoax.

"Karena kita semua di lapisan masyarakat mesti memberikan peran dalam mewujudkan pemilu yang aman dan damai. Kita harus membekali pengetahuan politik, agar tidak mudah terpancing isu negatif apalagi ikut-ikutan menyebar berita hoax yang tidak jelas asal usul informasinya, dan berpotensi menjadi sumber perpecahan," pungkasnya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru