Varian Baru "EEK" Covid-19 Ditemukan di Jepang
Foto: Istimewa
Varian baru "EEK" Covid-19 ditemukan di Jepang
drberita.id | Sekitar 70% pasian virus corona yang diuji bulan lalu diberbagai rumah sakit di Tokyo, Jepang, membawa mutasi sehingga mengurangi perlindungan vaksin yang diberikan.
Dikutip dari Kantor Berita NHK Jepang, Selasa 6 April 2021, mutasi E484K, yang dijuluki "Eek" oleh beberapa ilmuwan, ditemukan di 10 dari 14 orang yang dinyatakan positif mengidap virus corona di Rumah Sakit Umum dan Rumah Sakit Kedokteran Gigi Universitas Tokyo pada bulan Maret 2021 lalu.
Dalam kurun waktu 2 bulan sejak Maret 2021, 12 dari 36 orang yang dikonfirmasi menderita Covid-19 dinyatakan membawa mutasi "EEK", namun tidak satupun dari mereka yang melalukan perjalanan ke luar Jepang atau melakukan kontak dengan pembawa mutasi sejenis.
Menjelang olimpiade musim panas yang akan diselenggarakan di bulan Juli nanti, Jepang harus bertarung dengan gelombang baru penyebaran virus Covid-19.
Para pakar kesehatan internasional menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap penyebaran massal mutasi virus "EEK" di waktu penyelenggaran olimpiade musim panas tersebut karena pendistribusian vaksin secara massal, bahkan belum dilakukan di Jepang.
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Reuters
Tags
Berita Terkait
Macron Tolak Tes PCR di Rusia, Pemuda Katolik: Lendir Saja Tidak Rela Kasih, Konon Sejengkal Tanah
Ombudsman Dukung Sikap Tegas Walikota Medan Tutup RS Kutip Biaya Pasien Covid-19
Sebanyak 436 Pegawai KPK Positif, 10 Orang Meninggal Dunia
Ini Arahan Jokowi Untuk Semua Kepala Daerah Melayani Pasien Covid-19
Camat Medan Deli: Hindari Tempat Keramaian Jika Tidak Mendesak
Warga Medan Deli Laksanakan Tangkal 3T
Komentar