Aksi Konvoi Gayang PKI Keliling Kota Medan: Desak Pemerintah Batalkan RUU HIP
drberita.id | Aksi konvoi Aliansi Nasional Anti Komunis (Anak NKRI) menolak RUU HIP dan seruan gayang PKI kembali terjadi di Kota Medan, Kamis 16 Juli 2020. Ratusan massa mengendarai kenderaan bermotor mengelilingi Kota Medan.
Sebanyak 17 ormas mengikui aksi konvoi ini dengan titik kumpul di Masjid Raya Medan. Ke 17 ormas tersebut yaitu GNPF, FPI, JPRM, Gapai Sumut, Laskar Mujahidin, Amanah Hijrah, MMI, BKPRMI, MPTW, GOMAK, AHC, Relawan Perubahan, Barisan Pendukung Ulama, Gerakan Pemuda Al Washliyah, Tunas Muda, El Organizer, dan PPM.
Sekira pukul 13.30 WIB massa yang sudah berkumpul dan sebelum bergerak konvoi dipimpin Koordinator Aksi Sani Abdul Fatah dari GNPF menyampaikan tuntutan kepada pemerintah untuk segera mencabut RUU HIP dari prolegnas tanpa sayarat. "Kami minta polisi usut inisiator dan konseptor RUU HIP," ungkap Sani Abdul Fatah.
Baca Juga: Surati Kepala Daerah, SPRI: UKW dan Verifikasi Media Dewan Pers Cacat Hukum
Tidak itu saja, Sani juga mengimbau kepada seluruh warga Kota Medan untuk berwaspada akan adanya 'PKI Gaya Baru' yang lagi berkembang pada saat ini. "Ikta harus waspada dengan PKI gaya baru yang lagi berkembang di tengah-tengah masyarakat," kata Sani.
Setelah itu, Sani Abdul Fatih yang memberi komando lalu menyampaikan ruti konvoi yang akan dilintasi, yaitu mulai Masjid Raya Medan berlanjut ke Jalan Halat, Jalan Aksara, Jalan HM. Yamin, Stasiun Kereta Api, Jalan Cerebon, Jalan SM. Raja, dan kembali di Masjid Raya Medan.
Hadir sejumlah tokoh ormas dalam konvoi tolak RUU HIP dan gayang PKI gaya baru di antaranya Buya Leo, Ustad Heriansyah, Ustad Zulkanaen, Buya Refdinal, Ustad Sumbul, dan tokoh lainnya. Konvoi dengan mobil komando, toa dan membawa spanduk.
Massa dari masing-masing ormas dalam konvoi mengelilingi Kota Medan nyampaikan orasinya secara bergantian. Menurut massa, aksi yang dilakukan anggap sebagai ibadah kepada Allah karena RUU HIP sangat berbahaya untuk NKRI. Aksi ini sebagai bentuk penolakan kepada pemerintah, untuk mencabut RUU HIP dari Prolegnas. Ada isu bahwa RUU HIP akan diganti namanya menjadi PIP bukan subtansinya.
Kepada seluruh peserta konvoi diminta untuk menjaga kemurnian aksi dan hanya menyuarakan penolakan RUU HIP. Aksi ini merupakan lanjutan yang sudah diketahui Polrestabes Medan. Massa juga meminta pejabat Polrestabes Medan ikut dalam konvoi untuk mempertanyakan laporan yang sudah dibuat pada aksi sebelumnya. Jika dalam aksi kali ini tidak ada pejabat Polrestabes Medan yang datang, massa akan mendatangi Polrestabes Medan.
"Aksi konvoi ini untuk kampanye menolak UU RUU HIP. Aksi ini untuk mendatangi Mapolres Medan karena tidak ada konsistensi menangkap orang yang mengusulkan RUU HIP. Ini akan menjadi sejarah bahwa bangsa Indonesia khususnya di Medan, Sumatera Utara, melawan komunis," ungkap massa yang terus melintasi rute yang disepakati.
Baca Juga: Kejati Aceh Tengah Mengusut Dugaan Korupsi Jaminan Hari Tua PTPN1 Langsa
Pemerintah dan DPR harus menghapuskan RUU HIP. PKI akan menyerang, karena PKI tidak punya agama. Indonesia memiliki agama Islam, Kristen, buddha, Hindu. Pasti ada Inisiator RUU HIP, pasti instisiatornya PKI. Maka harus dihancurkan PKI, komunis harus dikeluarkan jangan sampai komunis ada di Negara Indonesia.
"Sebelum komunis menginjak kita, kita harus menginjak mereka duluan. Bumi ini milik Allah, kita harus hidup dengan agama dan Ketuhanan. Negara ini telah disusupi komunis, melalui kekuasaannya mereka merongrong kita. Untuk umat Islam yang ada di DPR, bila kalian tidak berjihad kalian akan mati menjadi kafir," kata Affrian Effendi dari GNPF Sumut.
"Pak Jokowi kalau tidak mampu basmi PKI katakan saja biar kami yang mengayangnya. Anak NKRI menunggu hasil rapat paripurna yang katanya berhak mencabut dari prolegnas. Kita sambut dengan turun kejalan dengan cara konvoi," sambung massa.
Kata massa, komunis masih ada di Indonesia, komunis benci dengan agama. Oleh karena itu, massa mengajak mari sama-sama sampaikan ke keluarga bahwa komunis masih ada. Mari masyarakat sama-sama dukung aksi konvoi ini untuk melawan Komunis. Karena RUU HIP akan menyunat Pancasila.
"Barangkali nostalgia keberadaan kami angkatan 66 Sumut yang pada hari ini diwakili kepada saya untuk berorasi. Dulu Saya membacakan naskah perjuangan di Kampung Kolam. Kalau ingin tahu sejarah penumpasan PKI datang saja ke rumah saya di Jalan Bandar setia. Di rumah saya anda dapat melihat foto-foto penumpasan PKI terdahulu," kata Haji Buyung, perwakilan angkatan 66.
"Tuntutan kita semua adalah tangkap dan usut orang-orang yang membawa konsep RUU HIP ini. Pancasila bagi saya adalah harga mati. Kita ingin RUU HIP ini dicabut dan dibatalkan," tegasnya.
Sekira pukul 15.50 Wib massa tiba kembali di Masjid Raya Al Matsum Medan dalam keadaan aman dan tertib. Selunjutnya massa melaksanakan shola Ashar bersama dan bubar dengan tertib.
(art/drb)
Kombes Irsan Sinuhaji Lepas Atlet Hapkindo Deliserdang Kejurnas di Padang
Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin Safari Subuh di Masjid Raya Medan
GKPI dan Pemko Medan Gelar Vaksinisasi Lansia Jemaat
Syamsul, Erry, Umri & Abdillah Bertemu di Masjid Raya Medan, Ada Apa?
Meski Diguyur Hujan, DPRD Sumut Respon Massa Tolak RUU HIP dan Bubarkan BPIP