Aksi Mogok Makan, Rektor UINSU: Mereka mahasiswa yang cerdas

- Kamis, 01 April 2021 15:28 WIB
Aksi Mogok Makan, Rektor UINSU: Mereka mahasiswa yang cerdas
Foto: Istimewa
Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap didampingi WR III Nisful Khoir dan WD III FIS Yose Rizal Saragih, berfoto dengan sejumlah mahasiswa peserta aksi mogok makan, usai melakukan pertemuan di ruang rektor, Rabu 31 Maret 2021 malam.
drberita.id | Setelah tiga hari menggelar aksi mogok makan, sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Anti Plagiasi UINSU (Komanpu), akhirnya diterima dan berdialog langsung dengan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara (Sumut) Prof. Dr. Syahrin Harahap.

Setelah dimediasi Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumut Yose Rizal Saragih, lima orang mahasiswa peserta demo bertemu Rektor UIN Sumut, Rabu 31 Maret 2021 malam. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam lebih.


Selain Rektor UIN Sumut Prof. Syahrin, dalam pertemuan itu juga terlihat hadir Wakil Rektor III Nispul Khair, WD III FIS Yose Rizal Saragih, WD III Fak. Syariah dan Hukum Arifuddin.


Rektor UIN Sumut Prof. Syahrin Harahap mengatakan menghargai aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa sebagai wujud kepedulian untuk kemajuan UIN Sumut yang memiliki motto sebagai 'UIN Kita'.

[br]

"Mereka mahasiswa yang cerdas. Sangat dibutuhkan UIN untuk kemajuan Islam, dan saya berharap mereka bisa menjadi calon-calon pemimpin hebat di masa depan. Apa yang mereka sampaikan adalah bentuk idealisme yang tinggi, tanpa ditunggangi siapapun, itu mesti dihargai. Dan jika ada orang yang ingin menunggangi mereka, tentu itu tindakan tidak terpuji," ujar Prof. Syahrin.

Saat ditanyakan tentang tuntutan mahasiswa, Prof Syahrin menyampaikan bahwa plagiasi tidak pernah terjadi seperti yang dituduhkan kepadanya.


"Plagiasi tidak pernah terjadi, makalah berjudul 'The Image of Indonesia in the world: An Interreligious Perspective' itu saya yang menulis, diterjemahkan oleh teman saya, dan saya sampaikan di UTE University serta diterbitkan oleh majalah Hubungan Internasional Jerman," sebutnya.


Menurutnya, dugaan plagiasi mencul setelah ada orang lain yang menyebut makalah itu sebagai milik dua penulis, dan orang yang mengklaim sebagai penulis lainnya telah menyampaikan makalah itu di dalam negeri, tanpa sepengetahuannya. Padahal sebenarnya makalah itu adalah miliknya.

[br]

"Tapi ini pun bukanlah masalah prinsipil, karena di dua makalah itu, baik yang terbit di dalam negeri maupun di luar negeri, tetap nama saya tercantum sebagai penulis. Terlalu mahal martabat UIN Sumut diganggu hanya karena masalah ini," tegas Syahrin.

Karenanya, ia meminta semua pihak untuk menghentikan memainkan isu ini sebagai isu plagiasi, karena hanya akan merusak citra UIN Sumut dimata masyarakat.


Masih rektor, tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam hal ini, karena ini adalah urusan antara dirinya dengan temannya.


"Masih banyak persoalan lain yang perlu kita benahi untuk memajukan UIN Sumut sebagai 'UIN Kita'. Dan saya mengajak semua yang terlibat di UIN Sumut bersama-sama mewujudkannya," imbuhnya.

SHARE:
Editor
: Artam
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru