TGD Prabu Kresno Erde: Aksi Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Jangan Kaitkan dengan Islam
Artam - Kamis, 01 April 2021 14:40 WIB
Foto: Istimewa
TGD Prabu Kresno Erde dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
drberita.id | Ketua Dewan Pembina Majelis Ilmu Fardhu 'Ain, Tuan Guru Deli (TGD), Prabu Kresno Erde mengingatkan agar jangan mengait-ngaitkan aksi bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar dengan ajaran Islam.
"Saya hanya mengingatkan, jangan disangkut pautkan aksi bunuh diri itu dengan ajaran Islam. Tidak ada hubungannya sama sekali," tegas TGD kepada wartawan, Kamis 1 April 2021.
Menurut dia, tidak satu ayat Al Quran maupun hadits yang memerintahkan untuk aksi bunuh diri. Sebaliknya, lanjut TGD, aksi bunuh diri malah dilarang dan ditentang habis-habisan dalam ajaran Islam. "Bunuh diri merupakan hal yang dilarang dan pastinya itu perbuatan dosa besar," katanya.
TGD menjelaskan, larangan bunuh diri ditegaskan dalam Alquran. Seperti dalam surah an-Nisa' ayat 29 yang artinya, "Janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu," ujarnya.
[br]
Allah melarang tindakan bunuh diri karena hanya Dialah yang berhak mengambil kehidupan. Begitu juga dengan sabda Nabi Muhammad SAW.
"Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan di adzab dengan itu di hari kiamat" (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam sabda lainnya, sambung TGD, Nabi Muhammad mengatakan; "Dahulu ada seorang lelaki yang terluka, ia putus asa lalu mengambil sebilah pisau dan memotong tangannya. Darahnya terus mengalir hingga ia mati. Lalu, Allah Ta'ala berfirman; "Hambaku mendahuluiku dengan dirinya, maka aku haramkan baginya surga".
Dengan larangan itu, maka bunuh diri merupakan perbuatan haram. "Oleh karenanya, ancaman berat akan diterima oleh orang yang melakukan bunuh diri," pungkas TGD.
[br]
Dalam konteks ini, TGD mengimbau umat, terutama generasi muda untuk selektif memilih pengajian atau majelis-majelis ta'lim yang kian lama makin menjamur di Sumatera Utara.
"Teliti sebelum mengaji. Jangan sampai umat terdoktrin dengan ajaran-ajaran keras dan intoleransi. Ini bahaya, inilah metode browshing minded (cuci otak)," imbau TGD.
Peran orang tua pun harus lebih ekstra memerhatikan anak-anak yang baru memasuki usia remaja. Karena mereka lagi mengalami proses masa remaja dan mencari jati diri.
"Nah di sinilah perlunya peran orang tua untuk melakukan pendekatan, sehingga dapat melebih mendetek sejak dini, perkembangan anak-anak menuju remaja," urai TGD.
[br]
Menjawab aksi bom bunuh diri terkait dengan isu yang berkembang saat ini, TGD tidak mau terlalu jauh menilai. Tapi kemungkinan itu bisa saja terjadi. Hanya saja, jangan berburuk sangka.
"Artinya sesuatu yang belum pasti diketahui, maka tidak dibenarkan untuk menjastis atau memvonis dan menilai secara negatif,. Itu buruk sangka" terang TGD.
SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: Rilis
Tags
Berita Terkait
Lagi, 2 Terduga Teroris Ditangkap di Jatim
JMSI Desak Polisi Usut Tuntas Aksi Biadab Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar
Kominfo "Patroli Siber" Bom Bunuh Diri Depan Gereja Katedral
Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar 2 Orang, Laki-laki dan Perempuan
10 Pernyataan Sikap Gema Santri Nusa Terkait Bom Bunuh Diri Depan Gereja Katedral
BMI Kutuk Bom Bunuh Diri Depan Gereja Katedral Makassar
Komentar