Bisnis Kayu Bekas Jadi Primadona di Tengah Krisis
Foto: Yudha EL
Bisnis kayu bekas
drberita.id | Di tengah krisis yang tak tahu kapan berakhir, para pebisnis mulai sibuk memikirkan usaha apa yang membuat bertahan ekonomi.
Mulai dari usaha jus nipah, pokat kocok, meubel bekas hingga kayu bekas, semuanya dijalani. Namun, tak semua mampu menjalaninya.
Banyak yang 'telungkup' alias bangkrut. Dimulai dari ketidakmampuan meracik menu, memilih bahan yang tepat, hingga tak mampu memasarkannya.
Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Erick, pria paruh baya yang tekun dengan bisnis kayu bekas. Dirinya mulai menekuni usaha ini dari nol besar. Awalnya sebagai 'anak macan' atau pekerja bongkar kayu.
Tahun demi tahun dirinya bergelut dengan panas matahari hingga debu bangunan yang dibongkarnya. Sedikit pun tak pernah terlintas dalam benaknya untuk banting stir ke usaha lain.
Perlahan, sebagai 'anak macan' ayah 2 orang anak ini terus mempelajari bermacam jenis kayu sampai belajar grader. Tak sekali dua kali pula dirinya rugi karena salah menjual dan menghitung tonase kayu yang dibeli konsumen.
"Belajarnya lumayan rumit di awal-awal terjun ke usaha kayu bekas ini. Tapi semua bisa dilewati berkat belajar dari kawan-kawan yang paham jenis kayu dan pantang menyerah," ujar Erick di sela dirinya meng-grade kayu jenis Damar dan Meranti, Jumat 21 Agustus 2020.
Pelan-pelan, dirinya mengumpulkan uang dari usahanya untuk modal berdiri sendiri. Membangun mitra dengan panglong di beberapa daerah.
Tak jarang pula, dirinya langsung terjun ke daerah yang akan disurvey, jika ada bangunan yang hendak dijual oleh pemiliknya.
Erick tak pernah kufur nikmat. Itu terbukti, bersama sang isteri, Fauziah dan anak-anaknya, Ayu dan Sofie, diam-diam menyalurkan bantuan kepada masyarakat sekitar yang layak dibantu.
"Memang semua adalah hasil dari keuletan. Tapi, ada Allah yang Maha memberi rezeki. Dan itu tak bisa kita pungkiri," pungkasnya.
art/drb
SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar