Purna Paskibraka Kecewa Dengan Sikap Gubernur Sumut

Artam - Jumat, 21 Agustus 2020 00:53 WIB
Purna Paskibraka Kecewa Dengan Sikap Gubernur Sumut
Foto: Istimewa
Sylvia Kartika Putri asal Kota Pematang Siantar, hanya disambut oleh Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut.
drberita.id | Terkesan tidak perduli dengan penjemputan kembali salah satu putri terbaik Sumatera Utara yang ikut membawa bendera Merah Putih dalam upacara penurunan di Istana Merdeka, Sylvia Kartika Putri asal Kota Pematang Siantar, hanya disambut oleh Kepala Bidang Layanan Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut.

Kekecewaan tersebut disampaikan Wakil Sekjend Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Sumatera Utara, Ajie Lingga mewakili pengurus dalam keterangan tertulis, Kamis 20 Agustus 2020.


"Kami dari keluarga besar PPI Sumut merasa sangat kecewa dengan sikap Gubernur yang seakan tidak peduli dengan putri terbaik Sumut yang mengharumkan nama Sumut dalam jenjang Paskibraka Tingkat Nasional," kata Ajie Lingga.


Seharusnya, kata Ajie, pihak Pemprovsu merasa bangga dengan adanya keterwakilan salah satu putri asal Sumut sebagai penurun bendera Merah Putih di Istana Merdeka yang tidak dimiliki oleh Provinsi lain.

Saat Penjemputan di Bandara KNO pada Rabu 19 Agustus 2020, Persit Kartika Candra Kirana Kodam 1 BB langsung memberikan apresiasi kepada putri asal sekolah SMA Swasta Kartika 1-4 Pematang Siantar tersebut.


Tidak hanya itu, apresiasi pada Sylvi juga datang dari Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Andika Perkasa berupa beasiswa kuliah selama empat tahun di Universitas Jendral Ahmad Yani Bandung.

"Saat penjemputan di bandara KNO turut hadir Persit KCK Kodam 1 BB, beasiswa juga diberikan dari KSAD TNI AD, kenapa Pemprovsu seakan tidak peduli sama sekali. Kecewa kita dengan sikap pemimpin kita di Sumut ini," ungkap Ajie.


Selain itu, sambung Ajie, saat ingin melaporkan tindaklanjut kegiatan penjemputan kepada Gubernur Sumut di kediaman rumah pribadinya di Namorambe, ditolak oleh ajudan berinial F dengan dalih tidak boleh bertemu jika tidak memiliki janji. Padahal sebelumnya sudah melakukan janji dengan ajudan berinisial D.


"PPI Sumut datang ke rumah Gubernur ingin melaporkan perkembangan dari kegiatan penjemputan kemarin serta perkembangan lainnya tetapi ditolak langsung oleh ajudan, kata ajudan tidak boleh bertemu kalau tak ada janji. Kami tunggu tapi tidak ada kepastian. Kan aneh kita masyarakat mau ketemu pemimpin kita untuk hal yang baik tapi tidak bisa," kesalnya.


Untuk diketahui, organisasi Purna Paskibraka Indonesia merupakan perkumpulan putra putri terbaik bangsa yang memiliki tugas sangat mulia yaitu ikut andil penuh dalam setiap momen peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Negara. Di tingkat Nasional, para Purna Paskibraka langsung dikukuhkan oleh Kepala Negara, ditingkat Provinsi dikukuhkan oleh Gubernur dan ditingkat Kabupaten Kota dikukuhkan oleh Bupati dan Walikota.


art/drb

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru