Anterian Gas Melon, Migas Watch: Mafia Jadi Biang Kerok Kelangkaan dan Harga Mahal

Redaksi - Rabu, 05 Februari 2025 22:21 WIB
Anterian Gas Melon, Migas Watch: Mafia Jadi Biang Kerok Kelangkaan dan Harga Mahal
Ilustrasi
Warga cari gas 3 kg.
drberita.id -Kelangkaan gas elpiji 3 kg semakin meresahkan masyarakat di berbagai daerah. Kondisi ini memaksa warga menganteri selama berjam-jam untuk mendapatkan gas bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Adanya dugaan praktik mafia migas di lingkungan Pertamina pun mencuat, menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.

Migas Watch pun menuding adanya mafia migas yang menjadi 'biang kerok' kelangkaan gas melon tersebut.

"Lihatlah masyarakat yang harus anteri panjang hanya untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg. Ini jelas ada penyebabnya. Siapa pelakunya? Tidak lain adalah mafia migas," ungkap Ketau Migas Watch Rion Arios didampingi Sekretaris Waliyono dalam keterangan tertulis, Rabu 5 Februari 2025.

"Pemerintah harus segera bertindak untuk memberantas bandit bandit tersebut," sambung Waliyono.

Menurut Rion, indikasi keterlibatan mafia migas terlihat dari adanya distribusi gas yang tidak merata. Ia menduga praktik curang seperti penimbunan gas dan permainan harga menjadi penyebab utama krisis ini.

"Distribusi gas elpiji 3 kg ini kerap tidak sesuai dengan kebutuhan. Ada pihak pihak yang mengambil keuntungan besar dari situasi ini di tengah kesulitan rakyat. Pemerintah harus mengusut tuntas, dan menghukum pelaku yang terlibat," kata Rion.

Waliyono pun menekankan pentingnya reformasi tata kelola distribusi gas melon tersebut. Menurutnya, Pertamina dan instansi terkait perlu memperketat pengawasan untuk memastikan subsidi benar benar sampai kepada masyarakat yang berhak.

"Masalah kelangkaan ini bukan sekedar urusan distribusi, tetapi juga lebih menyangkut pengawasan yang tidak ketat. Pemerintah harus memberantas mafia migas ini hingga ke akarnya," kata Waliyono.

Kelangkaan elpiji 3 kg yang terus terjadi telah menyebabkan harga melambung di beberapa daerah. Masyarakat kecil yang bergantung pada gas bersubsidi menjadi pihak yang paling dirugikan.

Migas Watch mendesak pemerintah segera melakukan langkah konkret agar kelangkaan tidak berlarut-larut.

Solusi yang ditawarkan Migas Watch sebagai langkah awal, yaitu mengusulkan audit sistribusi gas oleh pemerintah terhadap rantai distribusi elpiji untuk mengidentifikasi penyimpangan.

Melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan dan agen penyalur gas, terutama yang berada di wilayah rawan penimbunan.

Kemudian memberikan sanksi tegas atau hukuman berat kepada pelaku penimbunan dan spekulan harga gas.

"Dengan langkah langkah tersebut, diharapkan kelangkaan elpiji 3 kg dapat segera teratasi, sehingga kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi tanpa harus menghadapi anterian panjang maupun harga yang melambung tinggi," tutup Rion Arios.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru