Feriyanto Pawenrusi: Jaringan Irigasi Harus Bermanfaat Jangka Panjang Bagi Sektor Pertanian

Redaksi - Jumat, 26 Juni 2026 21:27 WIB
Feriyanto Pawenrusi: Jaringan Irigasi Harus Bermanfaat Jangka Panjang Bagi Sektor Pertanian
Poto: Istimewa
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi.

drberita.id -Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi mengatakan kualitas pekerjaan fisik harus menjadi perhatian utama seluruh penerima kegiatan agar pembangunan jaringan irigasi dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian.

Seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan, sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar mampu meningkatkan layanan irigasi bagi petani.

"Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian bersama. Pastikan setiap pembangunan jaringan irigasi dilaksanakan sesuai standar teknis yang berlaku sehingga dapat memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya petani sebagai pengguna utama jaringan irigasi," ujar Feriyanto dalam Sosialisasi Tingkat Balai Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), Kamis 25 Juni 2026.

Selain kualitas fisik pekerjaan, Feriyanto juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi dalam pelaksanaan program. Ia meminta seluruh kelompok penerima kegiatan untuk aktif berkoordinasi dengan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam penyusunan dokumen administrasi maupun pelaporan kegiatan.

"Administrasi yang tertib akan membantu kelancaran pelaksanaan program sekaligus menghindari berbagai kendala yang berpotensi muncul di kemudian hari. Karena itu, seluruh penerima kegiatan harus aktif berkoordinasi dengan TPM," katanya.

Feriyanto juga menekankan bahwa P3-TGAI tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur irigasi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat melalui pola pelaksanaan swakelola dan padat karya.

Keterlibatan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program akan menciptakan rasa memiliki terhadap aset yang dibangun sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

"P3-TGAI bukan hanya membangun infrastruktur irigasi, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Dengan melibatkan warga secara aktif, program ini dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun," jelasnya.

Feriyanto pun mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana berbagi informasi, menyampaikan aspirasi, dan memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air.

"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan baik sehingga pelaksanaan P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 berjalan lancar, tepat sasaran, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pertanian di Sumatera Utara," pungkasnya.

"Keberhasilan Program P3-TGAI sangat bergantung pada kolaborasi yang kuat antara kelompok penerima manfaat, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM), pemerintah daerah, serta seluruh unsur masyarakat yang terlibat," sambung Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) BBWS Sumatera II Medan, Indra Kurnia.

Menurut Indra, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik jaringan irigasi, tetapi juga bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

"Kami berharap seluruh kelompok penerima kegiatan dapat memahami setiap tahapan pelaksanaan program, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Dengan demikian, hasil pekerjaan dapat sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal bagi petani serta masyarakat sekitar," ujarnya.

Indra juga mengingatkan pentingnya menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran program sehingga pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

P3-TGAI merupakan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Karena itu, prinsip keterbukaan, gotong royong, dan tanggung jawab harus menjadi landasan utama dalam pelaksanaannya.

"Kami ingin setiap kegiatan berjalan baik, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat manfaat," tegasnya.

Keberadaan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik akan berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian, efisiensi distribusi air, serta kesejahteraan petani di daerah.

Melalui pengelolaan irigasi yang baik dan partisipasi aktif masyarakat, program ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sektor pertanian serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Program P3-TGAI sendiri merupakan salah satu program strategis Kementerian Pekerjaan Umum yang berfokus pada rehabilitasi, peningkatan, dan pembangunan jaringan irigasi berbasis partisipasi masyarakat.

"Program ini dirancang untuk memperkuat peran petani dan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional," beber Indra Kurnia.

BBWS Sumatera II Medan berharap seluruh kelompok penerima kegiatan memiliki pemahaman yang sama mengenai tata cara pelaksanaan program, aspek teknis pekerjaan, serta tata kelola administrasi sehingga pelaksanaan P3-TGAI Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat pertanian di Sumatera Utara.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru