Langgar Protokol Kesehatan, Pasar Murah Pemprovsu Berpotensi Sebarkan Virus Corona

Artam - Minggu, 17 Mei 2020 16:45 WIB
Langgar Protokol Kesehatan, Pasar Murah Pemprovsu Berpotensi Sebarkan Virus Corona
drberita/istimewa
Pasar Murah Dinas Koperasi dan UKM Sumut di GSG Jalan Williem Iskandar, Pancing, Medan.

drberita.id | Ribuan orang berkerumun mendatangi pasat murah yang diadakan Pemprov Sumut di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) di Gedung Serba Guna (GSG), Jalan Williem Iskanda, Pancing, Medan, Minggu 17 Mei 2020.

Kerumunan orang yang terjadi di pasar murah Dinas Koperasi dan UKM Sumut tersebut berpotensi menyebabkan penyebaran virus Corona dengan cepat.

"Kita dukung kegiatan pasar murah ini, membantu masyarakat di tengah situasi sulit begini. Tapi ya harusnya mekanisme diperbaiki, ini seperti panitia mengabaikan protokol kesehatan. Kejadian seperti ini bisa menyebabkan penyebaran virus Corona semakin cepat," ujar Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumut Hendra Hidayat dalam keterngan, Minggu 17 Mei 2020.

Baca Juga: PMII Minta Kapolda Sumut Usut Pemotongan BLT Dana Desa di Deliserdang

Hendra mengungkapkan kekhawatiran jika ada orang yang ikut dalam kerumunan saat di pasar murah membawa virus. Hal ini menurut Hendra dapat menyebabkan orang yang terkana Corona di Sumut akan meningkat.


"Mudah-mudahan tidak ada. Tapi jika ada, orang yang datang ke lokasi itu saat berkerumun adalah orang yang terpapar Corona, pasti dia akan menyebarkan ke orang lain. Angka di Sumut ini akan jauh meningkat, sangat jauh bahkan. Tapi semoga saja tidak ada," jelas Hendra.

Baca Juga: Safari Dakwah Da'i Bersimpul Tanjungbalai ke Mushollah Al-Muttaqin

Hendra menyebut ini murni kesalahan penyelenggara pasar murah. Menurutnya, sangat wajar jika masyarakat datang berbondong-bondong di tengah sulitnya ekonomi karena pandemi Corona.


"Yang salah ya pelaksana, tidak dapat mengantisipasi kejadian seperti ini. Harusnya pelaksana kan punya planning matang, karena kami yakin panitia sadar akan datang ribuan orang mendatangi pasar murah ini. Namanya juga situasi ekonomi lagi sulit," lanjutnya.

Kejadian itu, Hendra menyebut Pemprov Sumut telah mengundang orang berkerumun. Hal ini kata Hendra bertolak belakang dari adanya larangan berkerumun yang disampaikan oleh pemerintah.

"Ya ini kan namanya Pemprov yang mengundang masyarakat untuk berkerumun. Padahal, di Cafe saja ada lima orang langsung disuruh pulang. Ini ada ribuan. Gawat," tandasnya. (art/drb)

SHARE:
Editor
:
Sumber
: Pers Rilis
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru