Terungkap, Kelangkaan BBM di Sumut Akibat Gangguan Distribusi yang Dipicu dari Depo Medan

Redaksi - Jumat, 17 Juli 2026 00:03 WIB
Terungkap, Kelangkaan BBM di Sumut Akibat Gangguan Distribusi yang Dipicu dari Depo Medan
Poto: Istimewa
SPBU tidak ada BBM.
drberita.id -Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi mengatakan gangguan distribusi BBM dipicu oleh kendala operasional di Depo Medan yang berdampak pada keterlambatan penyaluran ke sejumlah SPBU.

Hal itu disampaikan Sunardi dalam pertemuan dengan unsur kepolisian, pemerintah daerah, Badan Intelijen Negara, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut di Mapolda Sumut, Rabu (15/7/2026).

Hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain; Karoops Polda Sumut Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri, Dirintelkam Polda Sumut Kombes Pol. Ajie Indra Dwiatma, Kabagops Binda Sumut Kombes Pol. Tris Supriadi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut Dedi Jamiansyah Putra.

Kemudian, EGM PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak, serta Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana.

Sunardi menjelaskan kondisi tersebut diperparah dengan penertiban armada mobil tangki yang menyebabkan sebagian sopir berhenti bekerja, sehingga proses distribusi ikut terganggu.

Sebagai langkah percepatan, Pertamina telah menambah armada distribusi dengan mengoperasikan mobil tangki tambahan, termasuk armada berwarna biru, guna mempercepat pengiriman BBM ke SPBU di wilayah Sumatera Utara.

Terkait permintaan penambahan kuota BBM bersubsidi, khususnya Bio Solar, Sunardi menegaskan kewenangan tersebut berada pada regulator sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga tidak dapat diputuskan secara langsung oleh Pertamina.

Meski demikian, Pertamina meminta waktu beberapa hari untuk menuntaskan berbagai kendala di lapangan dan menormalkan kembali distribusi BBM, sehingga antrean di SPBU dapat segera terurai.

Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut, Dedi Jamiansyah Putra menegaskan pemerintah provinsi akan memastikan ketersediaan stok BBM tetap aman.

Dedi juga meminta Pertamina memberikan kepastian mengenai target waktu normalisasi distribusi, langkah konkret yang sedang dilakukan, serta strategi jangka panjang agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

Dalam rapat tersebut, Kabagops Binda Sumut Kombes Pol. Tris Supriadi mengapresiasi personel TNI-Polri yang telah membantu pengamanan di sejumlah SPBU. Ia juga mengungkapkan bahwa Kodam I/Bukit Barisan bersama jajaran TNI telah membantu kelancaran distribusi BBM di lapangan.

Selain itu, Tris mengusulkan agar Pertamina memberikan pembekalan teknis kepada pengemudi armada bantuan yang dilibatkan dalam distribusi BBM guna menghindari potensi kecelakaan kerja.

Juga meminta Dinas Tenaga Kerja memanggil perusahaan penyedia jasa pengemudi mobil tangki untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang menjadi salah satu penyebab terganggunya distribusi BBM ke SPBU.

Tak hanya itu, Binda Sumut juga mendorong dilakukannya audit menyeluruh terhadap mitra usaha Pertamina dalam rantai distribusi BBM, serta meminta Pertamina lebih aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi stok BBM agar tidak memicu kepanikan maupun aksi panic buying.

Dirintelkam Polda Sumut Kombes Pol. Ajie Indra Dwiatma mengungkapkan sejumlah persoalan yang menjadi penyebab terganggunya distribusi BBM ke SPBU.

Di antaranya adalah kendala pengiriman dari depo Pertamina ke SPBU, penghentian sejumlah pengemudi mobil tangki, ketidaksesuaian kuota pengiriman dengan kebutuhan SPBU, hingga adanya pengalihan kuota ke SPBU lain yang memicu kekosongan stok di beberapa lokasi.

Ajie mengingatkan apabila kondisi tersebut tidak segera diatasi, dampaknya bukan hanya terhadap perekonomian, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebelumnya, Karoops Polda Sumut Kombes Pol. Dwi Tunggal Jaladri mengatakan rapat tersebut bertujuan mencari solusi atas persoalan distribusi BBM dan antrean di SPBU yang belakangan terjadi di berbagai daerah di Sumatera Utara.

Persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan roda perekonomian daerah. Karena itu, seluruh pihak diminta menyampaikan masukan serta langkah konkret agar distribusi BBM dapat kembali normal.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen seluruh pihak untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara melalui penguatan koordinasi lintas instansi, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan normal.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru