Wakil Bupati Kutai Berkunjung ke Pesantren Al Hidayah Deli Serdang Belajar Agribisnis Aren

Redaksi - Minggu, 05 Juli 2026 19:10 WIB
Wakil Bupati Kutai Berkunjung ke Pesantren Al Hidayah Deli Serdang Belajar Agribisnis Aren
Poto: Istimewa
Pimpinan Pesantren Al Hidayah Ustadz Khairul Ghazali bersama dengan Wakil Bupati Kutai Mahyunadi.
drberita.id -Setelah kunjungan kerja dari Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan dan Hukum Hoiruddin Hasibuan, Pesantren Al Hidayah di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, kedatangan tamu kehormatan dari Wakil Bupati Kutai, Mahyunadi, pada Sabtu (4/7/2026).

Kunjungan tersebut untuk meninjau secara langsung progres pengembangan agribisnis aren yang menjadi satu program unggulan di lingkungan pesantren tersebut.

​Dalam kunjungannya, Wakil Bupati Kutai Mahyunadi mengapresiasi model pengembangan ekonomi berbasis kemandirian pesantren yang terintegrasi dengan sektor pertanian.

Beliau melihat potensi besar dalam budidaya aren yang sering dijuluki "Emas Hijau", sebagai komoditas strategis yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.

​"Kami datang untuk melihat langsung bagaimana pengelolaan agribisnis aren di sini, yang tidak hanya produktif tetapi juga memiliki manajemen profesional dan pendampingan teknis yang baik. Ini adalah model yang sangat inspiratif untuk bisa kita pelajari dan mungkin diadaptasi di Kutai," kata Mahyunadi di sela kunjungan.

​Program agribisnis di Pesantren Al Hidayah sendiri telah berkembang pesat melalui sinergi antara unit pendidikan dan pendampingan pakar dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (FP USU). Fokus pengembangan tidak hanya pada pembibitan, tetapi juga pada hilirisasi produk turunan aren yang kini telah dikenal luas.

​Pengasuh Pesantren Al Hidayah, Ustadz Khairul Ghazali menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap sinergi lintas daerah ini dapat menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas di masa depan, khususnya dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan

​Kunjungan Wakil Bupati Kutai ke unit usaha Agrobisnis Aren di Pesantren Al Hidayah merupakan langkah strategis yang sangat positif bagi pengembangan ekonomi berbasis pesantren di wilayah tersebut.

​Sebagai pemimpin lembaga pendidikan yang juga berfokus pada pengembangan Aren Nusantara, kunjungan pejabat daerah ini dapat memberikan berbagai dampak signifikan, di antaranya, ​validasi dan dukungan pemerintah dimana kehadiran Wakil Bupati Kutai memberikan legitimasi kuat terhadap program agrobisnis yang sedang dijalankan, baik dari sisi budidaya maupun pengolahan produk turunan aren.

Selain itu, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memaparkan rencana pengembangan hilirisasi produk (seperti gula semut atau produk turunan lainnya) agar mendapatkan dukungan kebijakan, bantuan teknis, atau akses pasar yang lebih luas melalui dinas terkait.

Ustadz Khairul Ghazali, yang juga sebagai Duta Damai ini menyatakan dari kunjungan Wakil Bupati Kutai ini adalah sarana promosi efektif, mencerminkan standar kualitas yang selama ini dijaga, termasuk pelabelan yang sudah mencantumkan sertifikasi resmi seperti Halal BPJPH.

Bahkan dari Sinergi Kelembagaan, mengingat proyek ini berada di bawah pendampingan akademis (seperti kemitraan dengan FP USU), kehadiran pemerintah daerah dapat memfasilitasi "triple helix" (sinergi antara akademisi, pebisnis/pesantren, dan pemerintah) untuk mempercepat keberhasilan program "Emas Hijau" yang sedang dikembangkan, pungkas Khairul Ghazali selaku Duta Damai Indonesia.

Dikemukakan Ustadz Khairul Ghazali, Pondok Pesantren Al Hidayah yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang ini merupakan sekolah deradikalisasi yang dibina langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri.

Disebutkan mantan narapidana terorisme Khairul Ghazali, pesantren ini bertujuan mendidik anak-anak eks teroris dan mantan napiter untuk menjauhkan mereka dari paham radikal.

"Program-program yang berfokus kepada mencegah penyebaran pemahaman jihad yang menyimpang, pendidikan Inklusif dengan mengajarkan kurikulum keislaman yang moderat (rahmatan lil alamin). Dan juga kemandirian Ekonomi, dimana Pesantren ini juga menjadi satu bagian pusat pengembangan program ketahanan pangan, seperti budidaya tanaman aren," paparnya.

Pertemuan silaturahmi tersebut diakhiri dengan diskusi mengenai tantangan dan peluang di sektor agribisnis, serta komitmen untuk terus mendorong sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah dalam memajukan ekonomi kerakyatan.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru