Jelajah Dongeng Anti Korupsi

Artam - Sabtu, 31 Agustus 2019 16:50 WIB
Jelajah Dongeng Anti Korupsi
drberita/istimewa
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.
DRBerita | Dongeng merupakan salah satu media penyampai pesan. Termasuk pesan antikorupsi. Banyak contoh kearifan lokal yang dikandung dalam dongeng dan dijadikan pembelajaran secara turun temurun antar generasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Komunitas Dongeng membuka kelas mendongeng untuk masyarakat umum, komunitas dan guru-guru pengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk menggalakkan kembali kebiasaan mendongeng untuk menumbuhkembangkan nilai dan karakter mulia pada anak.

"KPK berharap melalui dongeng-dongeng antikorupsi yang mengajarkan tentang nilai-nilai integritas yang disampaikan kepada anak-anak hari ini, dapat menyelamatkan bangsa Indonesia di masa depan, menjadi bangsa yang lebih baik dan berintegritas," kata Saut.

Kegiatan bertajuk "Jelajah Dongeng Anti Korupsi" ini diselenggarakan di Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, akhir pekan, lalu. Kegiatan ini merupakan bagian dari sosialisasi dan kampanye literasi antikorupsi.

Dari sini, KPK ingin meningkatkan partisipasi masyarakat sipil dalam upaya pencegahan korupsi melalui kegiatan mendongeng, terutama cerita rakyat.

Salah satunya, "Smong Simeuleu" cerita rakyat dari Aceh yang menceritakan bagaimana tanda-tanda tsunami akan terjadi dan apa yang harus dilakukan warga. Berangkat dari bencana tsunami pada 1907 yang dialami masyarakat Simeuleu, melalui adat tutur, kearifan lokal dan cerita turun temurun, semoga menjadi pelajaran hidup bagi masyarakat Simeuleu.

Dalam cerita tersebut dituturkan bagaimana warga diminta untuk bergegas ke tempat yang lebih tinggi dan meninggalkan rumah serta harta benda setelah terjadi gempa bumi yang diikuti dengan surutnya air laut sebagai pertanda tsunami akan datang.

Sehingga, ketika terjadi tsunami pada 2004, masyarakat Simeuleu lebih siap menyelamatkan diri. Jumlah korban jiwa pun bisa diminimalisasi.

Selama sehari pelaksanaan kegiatan, peserta akan diajak belajar mendongeng dengan mengikuti workshop pada sesi pertama. Peserta akan dibekali dengan teknik dan kemampuan dasar mendongeng untuk berbagai jenjang pendidikan dengan konten terkait antikorupsi.

Kemudian, dilanjutkan dengan storytelling circle dan pagelaran yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan langsung mendongeng di atas panggung di hadapan masyarakat dan anak-anak.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi KPK dengan beberapa komunitas, yakni Tim Rumah Dongeng Mentari, Fun Garden of Literacy, #ObatManjur, dan penyuluh antikorupsi.

SHARE:
Editor
: Artam
Sumber
: www.kpk.go.id
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru