Singapura "Resesi Seks", Pemerintah Buang Uang Tak Selesaikan Masalah

Kelahiran Hidup Anjlok 7,9%
Redaksi - Senin, 18 September 2023 13:24 WIB
Singapura "Resesi Seks", Pemerintah Buang Uang Tak Selesaikan Masalah
Foto: Ilustrasi
Hubungan intim.

"Mengatasi tingkat kesuburan mengharuskan kita untuk menghadapi beberapa kelemahan sistem yang mendasarinya," tambahnya.

"Yang berarti tidak hanya mengatasi tantangan demografis, namun juga membantu membangun kohesi sosial dan mungkin melihat bagaimana kita dapat menumbuhkan sikap yang lebih sehat terhadap pengambilan risiko," jelasnya.

Diketahui pada tahun 2022, EIU menempatkan Singapura sebagai kota termahal untuk ditinggali, berbagi posisi teratas dengan Kota New York. Memiliki rumah bersama juga menjadi tantangan bagi pasangan muda.

Menurut data CEIC, harga rumah di negara kota tersebut terus meningkat pesat, naik sebesar 7,5% tahun-ke-tahun pada bulan Juni 2023. Apartemen perumahan umum, yang dikenal secara lokal sebagai flat HDB, memiliki permintaan yang tinggi tetapi pasokannya tidak mencukupi.

Konstruksi sempat terhenti selama pandemi ini karena kekurangan tenaga kerja dan tingginya biaya bahan baku.

Pasangan harus menunggu dua kali lebih lama untuk mendapatkan apartemen mereka sehingga menyebabkan beberapa orang terlambat menikah. Biaya yang terkait dengan membesarkan anak di Singapura juga manjadimasalah lain.

Ini menimbulkan rasa cemas yang membuat banyak warga menghindarinya.

SHARE:
Editor
: Redaksi
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru