Abang Adik Tewas Dibunuh Ayah Tiri di Gedung Sekolah Global Prima

Artam - Minggu, 21 Juni 2020 19:39 WIB
Abang Adik Tewas Dibunuh Ayah Tiri di Gedung Sekolah Global Prima
Istimewa
Sekolah Global Prima terlihat ramai dikerumuni warga yang ingin melihat mayat 2 anak pembunuhan ayah tiri.

drberita.id | Dua orang abang dan adik ditemukan tewas di dalam areal gedung sekolah Global Prima, Jalan Brigjend Kantomso, Medan, Minggu 21 Juni 2020. Kedua korban tewas dalam kondisi tubuh memar dan lembang akibat dianiaya.

Mayat Ikhsan Fatahilah (10) ditemukan di sudut bangunan gedung sekolah Global Prima dengan posisi tetentang dan di bagian wajahnya terdapat memar diduga akibat dibenturkan ke dinding gedung sekolah.

Kemudian, mayat Rafa Anggara (5) ditemukan di dalam parit samping gedung sekolah Global Prima dengan posisi telentang dan ditutup kayu triplek dan kertas karton.


Kedua korban merupakan anak tiri dari Rahmadsyah (30) yang ternyata pelaku pembunuhan.

Baca Juga: Songsong New Normal, Patroli Gabungan Muspika Puger Sasar Lokasi Keramain

Pembunuhan sadis ini terjadi, Sabtu 20 Juni 2020 sekira pukul 14.00.Wib. Saat pelaku bekerja di gedung sekolah Global Prima sebagai kuli bangunan didatangi oleh kedua korban, kemudian meminta uang untuk beli es krim.


"Anaknya datang minta uang untuk beli es krim, kemudian tidak diberikan karena tidak ada uang. Karena terus didesak dua anaknya dibawa ke samping sekolah, kemudian ditemukan menjadi mayat," terang Kapolsek Medan Kota Kompol Rokki Ramadhan, Minggu 21 Juni 2020.

Kejadian ini terungkap setelah ibu korban Fahtulazanah (30 ) bertanya kepada pelaku melalui ponsel, dimana keberadaan kedua anaknya. Pelaku yang merupakan suaminya mengatakan, agar mencari di Sekolah Global Prima.


Lalu ibu korban bersama adik dan neneknya mencari ke Sekolah Global Prima, dan korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Aniaya Kawan Karna Nolak Beli Sabu, Tommy Gultom Akhirnya Mendekam di Polsek Besitang

Kapolsek Medan Kota Kompol M Rokki Ramadhan kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengamankan tersangka. Saat ini jenazah kedua korban diamankan untuk keperluan visum.


(art/drb)

SHARE:
Editor
:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru